Disney Merambah Metaverse, Patenkan Teknologi Wahana Simulasi Virtual

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
11 Januari 2022
marketeers article
Orlando, USA january 19, 2020: Colorful disney firework at magic Kingdomcastle park
Disney mewujudkan terobosan di ranah metaverse melalui sebuah wahana bagi pengunjung taman hiburannya dengan teknologi augmented reality tanpa perangkat kepala (headset) tambahan. Teknologi wahana hiburan ini akan memproyeksikan tampilan tiga dimensi serta efek virtual secara langsung dalam lingkup ruang nyata, yang bisa dinikmati pengunjung secara langsung.
Perusahaan hiburan ternama itu bahkan sudah mengajukan paten melalui Badan Hak Paten Amerika Serikat, seperti dilansir oleh Business Insider. Disney tidak berencana membuka wahana itu untuk dipakai secara berkelompok, melainkan berdasarkan personalisasi yang diketahui berkat data setiap pengunjung yang datang ke taman hiburan mereka.
Bentuk dari pengalaman wahana metaverse ala Disney itu, bisa saja berbeda antara satu keluarga pengunjung dengan lainnya. Misalkan, satu keluarga akan disambut oleh karakter Mickey Mouse dengan latar belakang lokasi tertentu sementara pengunjung lain akan mendapat kesempatan berinteraksi dengan karakter Cinderella hingga Elsa.
Keberadaan metaverse sejatinya menguntungkan Disney, yang mempunyai cita-cita menyajikan pengalaman hiburan dan cerita melalui kanvas tiga dimensi. Ambisi tersebut sudah pernah diutarakan oleh CEO Disney Bob Chapek dalam sebuah pertemuan terbuka sembari mempresentasikan kondisi perusahaannya pada kuartal keempat tahun lalu.
“Usaha kami hingga saat ini bagaikan pembuka menuju sebuah momen yang mana kita bisa menghubungkan dunia nyata dan virtual sangat dekat. Metaverse membuka batasan bagi Disney menghadirkan kisah melalui wahana dengan caranya sendiri,” kata Chapek dalam kesempatan tersebut seperti dilansir dari Business Insider.
Wahana hiburan berbasis metaverse dari Disney disebut tidak akan digunakan dalam waktu dekat, berdasarkan pernyataan resmi seorang juru bicara perusahaan kepada laman LA Times. Sumber tersebut menolak berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan pengembangan fasilitas lain dengan basis serupa oleh Disney.
Salah satu keunggulan dari wahana virtual yang dipatenkan oleh Disney, terkait dengan minimnya perangkat tambahan berupa headset atau gawai tambahan. Faktior ini mengurangi biaya pembangunan wahana hiburan serta menjaga kenyamanan bagi pengunjung dalam menikmati momen wisata keluarga atau dengan orang terdekat dalam properti milik Disney.
Objek wahana simulasi virtual itu juga membuat perusahaan hiburan asal Amerika Serikat itu merancang prosedur sanitasi tambahan. Prosedur sanitasi dan protokol kesehatan akibat gawai tambahan dalam wahana metaverse Disney juga membutuhkan belanja pegawai baru. Sehingga, menambah beban biaya operasional di tengah kondisi tidak menentu akibat COVID-19. 
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related