Dituding Latih Bard AI Pakai ChatGPT, Google Angkat Bicara

marketeers article
Investasi ke AI, Zoho Integrasikan Layanan Dengan ChatGPT (FOTO: 123RF)

Google dan induknya, Alphabet Inc, angkat bicara soal tudingan yang diarahkan kepada perusahaan. Bard AI, produk artificial intelligence atau kecerdasan buatan milik Google dituding menggunakan data ChatGPT dalam proses pelatihannya.

Baik ChatGPT dan Bard AI adalah generative AI, artinya keduanya perlu dilatih dengan menggunakan serangkaian set data untuk dapat berkembang. Makin banyak data yang digunakan untuk melatih generative AI tersebut, maka niscaya AI tersebut juga akan kian berkembang.

BACA JUGA: Percepat Inovasi Digital, Meratus Gandeng Google Cloud dan Metrodata

Tudingan ini pertama muncul dari pemberitaan The Information. Salah satu peneliti yang bekerja dalam pengembangan Bard AI mengatakan timnya banyak mengandalkan data dari ShareGPT untuk pengembangan Bard AI. ShareGPT sendiri adalah data percakapan antara pengguna dengan ChatGPT yang dipublikasikan.

BACA JUGA: Cara Google Percepat Transformasi Digital Lewat Program Bangkit

“Bard tidak dilatih dari data ShareGPT maupun ChatGPT,” kata juru bicara Google, Chris Pappas dikutip dari BGR, Jumat (31/3/2023).

Laporan tersebut menyebutkan Jacob Devlin, peneliti yang disebutkan di atas, meninggalkan Google untuk bergabung dengan OpenAI setelah memperingatkan tim Bard untuk tidak menggunakan data ChatGPT.

Dia memberi tahu mereka bahwa tidak hanya jawaban Bard akan terlihat terlalu mirip, tetapi juga akan melanggar syarat dan ketentuan OpenAI. Sumber lain mengatakan tim itu berhenti menggunakan data tersebut setelahnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS