Diversifikasi Bisnis Kargo, Garuda Indonesia Catatkan Pertumbuhan 89,66%

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
21 Desember 2021
marketeers article
YOGYAKARTA, INDONESIA JULY 25, 2016: A Garuda Indonesia Airplane at sunrise in Adisucipto International Airport in Yogyakarta. Garuda Indonesia is the national airline of Indonesia.
Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan pertumbuhan sebesar 89,66% pada kuartal III tahun 2021 dari periode yang sama tahun. Hal ini dicapai setelah perseroan melakukan diversifikasi bisnis kargo setelah jasa angkutan penumpang sepi akibat pandemi COVID-19.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, peningkatan kinerja bisnis selaras dengan fokus utama perusahaan yang akan melakuakn diversifikasi bisnis. Hingga sekarang lini bisnis kargo udara menajdi salah satu penopang penting pendapatan perseroan yang mulai menunjukkan sinyal positif.
“Pertumbuhan angkutan lalu lintas kargo internasional hingga 89,66% hingga kuartal III tahun 2021 dari periode yang sama tahun lalu. Kami meyakini performa kinerja usaha yang mulai menunjukan pertumbuhan yang kondusif. Hal ini menjadi basis penting langkah pemulihan kinerja yang akan terus kami akselerasikan,” kata Irfan melalui keterangannya, Selasa (21/12/2021).
Menurutnya, pembatasan pergerakan penumpang pada masa pemberlakuan pembatasan kegatan masyarakat atau PPKM di Jawa dan Bali yang berlangsung  hingga awal kuartal III tahun 2021 berdampak cukup signifikan terhadap pendapatan usaha. Hal tersebut tercermin pada catatan pendapatan usaha yang turun sekitar 17,54% menjadi US$ 939,02 juta. Sedangkan pada  periode yang sama tahun lalu, pendapatan mencapai US$ 1.138 miliar.
“Tentunya, menjadi keniscayaan bagi kami untuk terus dapat beradaptasi menghadapi tantangan bisnis yang ada. Upaya tersebut terus kami percepat dengan mengoptimalkan kargo. Proyeksinya, bisnis kargo dapat menembus 30% dari total pendapatan operasi pada akhir tahun 2021,” ujarnya.
Irfan melanjutkan, sebagai upaya untuk terus mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis kargo, Garuda telah melakukan sejumlah inovasi bisnis. Di antaranya, dengan mengoperasikan dua armada preighter (passenger freighter) A330-300 yang melayani perluasan jaringan penerbangan kargo.
Perusahaan penerbangan ini juga memperluas jangkauan jaringan penerbangan kargo melalui skema kerja sama dengan airline partner dan air cargo transhipment. Selain itu, juga memadukan jalur udara dan darat melalui kerja sama dengan perusahaan trucking untuk melayani destinasi intra-Eropa.
Dia menyebut, tren lalu lintas penumpang yang hingga awal kuartal III, khususnya dari periode Agustus 2021 ke periode September 2021,  mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 83,14%. Sehingga, menjadi optimisme tersendiri bagi industri penerbangan.
“Walaupun belum dapat mengatakan pulih sepenuhnya dari masa sebelum pandemi, ini menunjukkan bahwa iklim industri penerbangan semakin kondusif di tengah langkah pemulihan kinerja yang sedang Garuda laksanakan.  Terutama, melalui proses restrukturisasi yang sedang berlangsung,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related