Resource & Energy

Dongkrak Kesadaran Destinasi: Dari Likupang Hingga Mandalika

Sumber: 123rf.com

Banyak cara mendukung akselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan memperkuat destination awareness atau kesadaran destinasi di wilayah-wilayah wisata potensial dan belum tergarap dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Paquita Widjaja, Direktur PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) yang menjadi pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang.

“Peran marketing cukup besar dalam pengembangan kawasan Likupang ini. Khususnya dalam menciptakan kesadaran destinasi. Perlu kreativitas para pengelola memanfaatkan banyak hal untuk membangun kesadaran tersebut, termasuk dengan internet,” ujar Paquita dalam diskusi daring The 6th Strategic Discussion: Redefining Sustainable Tourism Roadmap yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc., Rabu (10/03/2021).

Ia menambahkan, perlu mengemas destinasi dengan memperkuat amenitas, akses, dan atraksi di Likupang. Ide mendirikan museum di Likupang juga sedang dipertimbangkan. “Saatnya mendesain ulang sejarah dan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara zaman dulu dan menghadirkan kembali dalam bentuk museum yang dikemas secara interaktif dan kekinian,” katanya.

Selain itu, sambung Paquita, pengembangan kawasan Likupan tidak boleh lepas dari konsep keberlanjutan melalui budaya dan konservasi alam.

Hal yang sama juga sedang dikembangkan oleh KEK Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mandalika merupakan salah satu dari lima destinasi superprioritas yang ditetapkan oleh pemerintah. Nama Mandalika saat ini sedang naik daun berkat pembangunan sirkuit balap dengan ajang perdana Indonesia MotoGP pada Oktober mendatang.

“Kami sedang menyiapkan dan mengembangkan kawasan KEK Mandalika sebagai destinasi superprioritas yang bisa diandalkan,” ujar Arie Prasetyo, Direktur Operasin dan Inovasi Bisnis Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam acara yang sama.

Arie menyebut Lombok memiliki banyak potensi yang sedang dikembangkan, seperti Gilir Air, Sasak Sade Village, Plawangan Senaru, wisata Gunung Rinjani, Merese Hill, hingga Bay Nyale Festival. “Mandalika posisinya sangat strategis untuk wisatawan. Selain dekat dengan bandara, juga strategis menghubungkan destinasi-destinasi di Lombok lainnya,” katanya.

Pengembangan KEK Mandalika ini, sambung Arie, juga didedikasikan untuk mendongkrak ekonomi lokal, khususnya para pelaku UKM. Selain mendapat pelatihan, pelaku UKM juga diberi wadah khusus untuk memamerkan dan menjual produk mereka ke wisatawan. Salah satunya melalui Bazaar KEK Mandalika.

“Kami menyasar captive market, terutama dalam kaitan dengan penyelenggaran event seperti MotoGP Oktober mendatang dan L’Etape by Tour de France pada September nant. Di sini, masyarakat lokal menjadi market utama untuk dilibatkan,” katanya.

MARKETEERS X








To Top