Dorong Industri Fintech, Modalku Berikan Solusi untuk Memulai Investasi

profile photo reporter Adiva Maharani
AdivaMaharani
27 Maret 2022
marketeers article
Indonesia menyediakan pasar yang cukup besar untuk industri pembiayaan berbasis teknologi, finance technology atau biasa disebut dengan fintech, guna dorong ekosistem perekonomian dengan baik. Jasa keuangan berbasis teknologi yang umumnya memiliki aplikasi ini diprediksikan akan tumbuh dengan pesat untuk lima sampai sepuluh tahun mendatang.

Berdasarkan data dari asosiasi fintech tahun 2016 hingga 2017, ada tiga kategori jenis bisnis fintech antara lain digital payment, digital lending, dan aggregator. Seiring dengan perkembangan teknologi, klaster fintech mengalami perluasan dan tercatat sebanyak 103 fintech yang terdaftar di Asosiasi fintech saat ini.

Salah satu fintech berjenis digital lending adalah Modalku yang berfokus memberikan jasa produk keuangan atau pinjaman kepada UKM yang membutuhkan. Lending atau pinjaman sendiri memiliki bentuk yang bemacam-macam, tergantung dari segmen yang ingin digeluti.

“Perbedaan antara Modalku dan fintech lainnya adalah pada target segmen. Pinjaman memiliki berbagai macam bentuk, yakni pinjaman konsumen biasa digunakan untuk membeli barang elektronik dan pinjaman produktif yang merupakan fokus dari Modalku,” jelas AVP Partnership Success Lead Modalku, Marsya Juwita, dalam acara Marketeers XFest 2022 pada hari Sabtu (26/3/2022).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Guna dorong industri fintech, Marsya juga menjelaskan beberapa cara untuk memilih fintech yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini penting untuk diperhatikan karena maraknya pemberitaan fintech ilegal atau kasus penipuan investasi sekarang ini.

Pertama, galilah informasi mengenai fintech yang hendak dipilih, apakah sudah terlisensi oleh OJK atau belum, agar investasi lebih terjamin. Kedua, penting untuk melihat seberapa baik pelayanan fintech tersebut. Ketiga, pilihlah fintech yang transparan, sehingga mengetahui detail tingkat bunga, biaya, persyaratan, besaran pendanaan, dan informasi lainnya. “Penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pendaan (successful rate), yang biasanya ditampilkan di website, sehingga investor tahu risiko dari pendanaan di dalam fintech tersebut,” imbuh Marsya.
Modalku sendiri berkomitmen untuk melayani usaha kecil dan menengah (UKM) yang berpotensi tetapi belum mendapatkan pendanaan yang cukup untuk mengembangkan usahanya. Dengan adanya tujuan untuk membantu UKM, maka pemulihan ekonomi Indonesia akan ikut terdorong karena peran penting dari para pelaku UKM.
Melalui Modalku, investor dapat menginvestasikan hasilnya untuk UKM Indonesia sehingga Modalku menjadi perantara terpercaya antara investor dengan pelaku UKM. Beberapa fitur unggulan juga turut melengkapi aplikasi Modalku guna menciptakan pelayanan terbaik.
Di dalam aplikasi terdapat informasi detail yang mudah diakses, fitur kalkulator untuk menghitung dana kembali, notifikasi sebagai pengingat investasi, serta fitur live-chat bagi yang memiliki pertanyaan dan butuh tanggapan cepat.
“Intinya, jangan ragu untuk bermain di industri fintech karena ini adalah sesuatu yang kami lihat akan menjadi tren untuk beberapa tahun mendatang. Namun, jangan asal memilih hanya karena teman, harus objektif terhadap kriteria barusan sehingga investasi tidak mengecewakan,” pungkas Marsya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related