Digital

Dukung Inklusi Keuangan, Finantier Raih Pendanaan Awal

Finantier, open finance startup  yang menyediakan platform application programming interface (API) meraih pendanaan tahap awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan East Ventures (EV).  Nilai pendanaan ini tidak disebutkan dengan detail, namun disebut mencapai 7 digit.

Beberapa investor terdahulu seperti AC Ventures, Y Combinator, Genesia Ventures, Two Culture Capital dan sejumlah angel investor ternama juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Finantier sebelumnya merupakan bagian dari batch musim dingin 2021 Y Combinator.

Pendanaan tersebut akan digunakan Finantier untuk meningkatkan dan memperbesar penawaran produk, melakukan ekspansi di Indonesia dan sekitarnya. Selain itu, untuk  menggandakan jumlah karyawan.

Berdasarkan riset Bain, lebih dari 70% orang dewasa di Asia Tenggara tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan. Sedangkan jutaan usaha kecil dan menengah (UKM) menghadapi disparitas finansial yang lebar. Hal ini bisa menyebabkan tingginya populasi yang tidak memiliki rekening bank dan infrastruktur keuangan yang tidak memadai di Asia Tenggara.

Di lain pihak, banyak institusi keuangan, termasuk di Indonesia, menghadapi kesulitan dalam memiliki akses ke data finansial konsumen. Hal ini menghambat mereka dalam menyediakan layanan keuangan seperti pembayaran, pinjaman, dan asuransi.

Finantier berdiri pada tahun 2020 untuk memberikan solusi dengan menggabungkan data dari sumber-sumber data alternatif seperti platform gig economy dan telekomunikasi. Startup ini telah bekerjasama dengan lebih dari 150 perusahaan dan memberikan akses ke beragam set data.

“Finantier memudahkan akses ke layanan keuangan bagi jutaan orang yang tidak memiliki rekening bank, mulai dari warung-warung pinggir jalan (UKM) hingga pekerja gig economy, memperoleh keuntungan dari jejak data digital mereka. Dengan adanya akses ke layanan keuangan, kami dapat membantu mereka dan orang yang mereka cintai untuk memiliki kehidupan yang lebih baik,” ungkap Edwin Kusuma, Co-founder dan COO Finantier.

Ia menambahkan, Finantier adalah satu-satunya perusahaan open finance di Asia Tenggara yang bekerja sama dengan regulator dan memberi saran terkait standar open banking dan open finance. Finantier memiliki tim yang sebelumnya banyak berkecimpung di dunia financial technology (fintech).

Co-founder and CEO Finantier Diego Rojas menambahkan open finance adalah perpanjangan dari open banking. Open finance memungkinkan pertukaran data finansial nonperbankan termasuk kredit dan hipotek dengan aman.

“Selain itu, open finance juga memfasilitasi pertukaran terbuka data konsumen sehingga perusahaan dapat memanfaatkannya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menciptakan layanan yang lebih dipersonalisasi,” ungkap Diego.

Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures mengatakan, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia sangatlah penting mengingat banyaknya orang yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan. Dengan akses yang lebih baik ke layanan keuangan, mereka bisa hidup dengan lebih baik dan dapat ikut meningkatkan perkembangan ekonomi Indonesia.

“Kami punya harapan untuk Finantier bisa menghubungkan mereka yang tidak memiliki akses keuangan ke fintech dan institusi keuangan di berbagai negara,” kata Wilson.

MARKETEERS X








To Top