Ekspansi Bisnis, Tahun 2022 TaniHub Group Targetkan Kerja Sama dengan 1 Juta Petani

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
22 Desember 2021
marketeers article
Perusahaan rintisan (startup) agritech, TaniHub Group, mematok target dapat menjalin kerja sama dengan lebih dari satu juta petani di seluruh Indonesia. Target ini ditetapkan sebagai upaya untuk terus melakukan ekspansi bisnis.
Chief Marketing Officer and Director of People & Culture TaniHub Ritchie Goenawan mengungkapkan, pada tahun depan perusahaan akan terus mengembangkan sistem supply-demand forecasting agar semakin mampu memprediksi dengan akurat mengenai tren pasokan dan permintaan setiap komoditas, serta menyempurnakannya dengan berbagai data points lainnya. Termasuk pengaruh gangguan cuaca terhadap panen.
“Dengan misi itu, kami berharap dapat bekerja sama dengan satu juta petani pada akhir 2022. Kami tetap fokus untuk memperluas jaringan mitra petani atau memperkuat sisi hulu, agar selalu bisa menyediakan pasokan yang sangat bisa diandalkan untuk semua customer kami, baik business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C),” ujar Ritchie melalui keterangannya, Rabu (22/12/2021).
Ritchie mengklaim selama ini perusahaannya selalu mampu memenuhi permintaan konsumen. Saat ini, mitra petani  telah mencapai lebih dari 60 ribu orang di berbagai daerah. Selain itu, TaniHub juga memiliki platform peer-to-peer lending yang selalu aktif mencari proyek budidaya yang dapat dibiayai. Sehingga hasil panen dapat diserap kembali oleh perusahaan.
Dia bilang, target yang ditetapkan merupakan pekerjaan rumah yang tak mudah dan membutuhkan perjalanan panjang. Kendati demikian, dengan segala upaya dan investasi semua target diyakini dapat tercapai pada tahun 2022.
“Itu merupakan pekerjaan rumah kami yang journey-nya masih panjang. Sehingga, kami akan terus mengerahkan upaya dan berinvestasi pada aspek tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ritchie menjelaskan, sejak awal tahun 2021 TaniHub mengalami pertumbuhan permintaan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama, dalam masa liburan hari raya dan akhir tahun. Selain itu, faktor lain yang meningkatkan jumlah permintaan yakni maraknya promo dan kampanye double date seperti 11.11 dan Harbolnas 12.12 yang diadakan oleh pemain industri e-grocery.
Lonjakan permintaan tersebut terlihat dari pertumbuhan transaksi di platform yang hingga kini mencapai tiga hingga empat kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama pada tahun 2020. “TaniHub juga mencatat peningkatan jumlah pelanggan B2B dan B2C, yang saat ini telah mencapai 1 juta lebih pelanggan. Pertumbuhan pasar yang pesat tersebut kemudian memunculkan tantangan bagi perusahaan untuk selalu dapat memenuhi ketersediaan stok bahan pangan yang stabil, berkualitas, dan dapat diandalkan,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related