Ekspor ASEAN Diperkirakan Tembus US$ 3,2 Triliun pada Tahun 2031

marketeers article
Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia. Sumber gambar: pers rilis.

United Overseas Bank (UOB) memperkirakan total ekspor negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) diperkirakan akan meningkat sebesar 90% pada tahun 2031. Adapun nilai ekspornya mencapai US$ 3,2 triliun atau setara Rp 50.239 triliun (kurs Rp 15.699 per US$).

Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Chief Executive Officer (CEO) UOB menuturkan, di tengah kondisi perdagangan global yang terus memberikan tantangan, performa ekspor ASEAN menunjukkan kinerja yang sangat baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Kondisi makro ekonomi dan posisi fiskal di kawasan menjadi stabil berkat pengelolaan tata kelola yang baik dan kerja sama yang kuat antarnegara anggota.

BACA JUGA: UOB Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi ASEAN

“Hal ini menciptakan posisi yang menguntungkan bagi ASEAN yang dapat mengkonsolidasikan rantai pasokan global dari berbagai industri berskala global sehingga dapat menjadi basis produksi utama. Dalam menyongsong masa depan, ASEAN harus memperkuat bisnis dan arus perdagangan di kawasan,” kata Cheong dalam UOB Gateway to ASEAN Conference 2023 di Jakarta, dikutip Kamis (12/10/2023).

Menurutnya, untuk mendukung perekonomian dan perdagangan di kawasan ASEAN, perseroan akan memberikan akses pasar. Terutama pasar baru yang berada di kawasan Cina.

BACA JUGA: Gaet Nasabah Korporasi, UOB Luncurkan Fitur Baru Infinity FSCM

Cheong mengklaim, selama UOB berkiprah di Indonesia terbukti memiliki rekam jejak bisa membantu perusahaan memasuki pasar baru. Upaya ini dilakukan dengan memberikan layanan konsultasi serta jaringan lokal yang mapan.

“Sebagai contoh, di Indonesia, kami telah mendukung sekitar 100 perusahaan untuk berekspansi ke negara ini dalam dua tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar S$ 12 miliar di Indonesia dan berencana menciptakan 15.000 lapangan kerja di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomo global, perseroan tetap optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tetap tumbuh positif. Hal ini mempertimbangkan adanya lojakan investasi asing terutama di sektor industri logam dasar.

Sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan, Indonesia harus mengatasi tantangan iklim yang menyertai pertumbuhan ekonomi, seperti urbanisasi yang pesat, risiko-risiko terkait lingkungan, serta pertumbuhan jumlah penduduk.

UOB Indonesia mendukung komitmen Indonesia dalam upaya transisi energi untuk mengurangi emisi sebesar 29% pada tahun 2030 dan mencapai emisi net-zero pada tahun 2060.

“Kami berperan sebagai katalis dan penggerak, antara pemerintah, regulator, investor, dan masyarakat luas dalam rangka menciptakan pertumbuhan bagi Indonesia dan ASEAN. Bersama dengan komitmen jangka panjang UOB Group di kawasan, kami terus membantu bisnis untuk mencapai potensi yang maksimal dan menavigasi tantangan dengan memberikan solusi yang lebih baik,” kata Hendra.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS