Elon Musk Buka Bisnis Baru, Jual Parfum Burnt Hair US$ 100 per Botol

marketeers article
Elon Musk Buka Bisnis Baru, Jual Parfum Burnt Hair US$ 100 per Botol. (FOTO: 123rf)

Elon Musk, salah satu miliarder dunia melakukan ekspansi bisnis dengan mencoba peluang usaha yang berbeda dari sebelumnya. CEO Tesla itu meluncurkan produk parfum bernama ‘Burnt Hair’.

Musk mengklaim berhasil menjual 10.000 botol parfum atau setara US$ 1 juta setelah merilis ‘Burnt Hair’ dalam beberapa jam saja. Sebagai seorang miliarder, tingkah musk memang terbilang unik.

BACA JUGA: Berubah Pikiran, Elon Musk Putuskan Beli Twitter US$ 44 Miliar

Dia bahkan dijuluki Dogefather di komunitas kripto lantaran sering melakukan aksi pompom untuk cryptocurrency Dogecoin (DOGE). Kicauannya di Twitter juga sempat membuat fluktuasi sejumlah aset kripto di pasar. 

“Dengan nama seperti saya, masuk ke bisnis wewangian tidak bisa dihindari. Mengapa saya bahkan melawannya begitu lama,” kata Musk dalam kicauannya di Twitter dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2022).

BACA JUGA: Kuartal III 2022, Jumlah Pengiriman Mobil Listrik Tesla Tembus 343.000

Dalam profilnya di Twitter, Musk juga mengubah bio akunnya menjadi ‘penjual parfum’. Dalam situs web yang memasarkan parfum Musk, ‘Burnt Hair’ dideskripsikan sebagai ‘wewangian dari keinginan yang menjijikkan’.

Parfum Musk dijual US$ 100 per botol dan dikirim secara massal pada kuartal pertama tahun 2023. Musk juga sempat membuat geger media sosial (medsos) pada 2020 dengan merilis tequila dengan merek Tesla.

The Boring Company, perusahaan pembuat terowongan milik Musk yang bernilai US$ 5,7 miliar menjual penyembur api seharga US$ 500 pada awal 2018 dan mengumpulkan US$ 10 juta. Musk juga berhasil menjual 50.000 topi The Boring Company.

Ambisi Musk selama bertahun-tahun adalah menjelajah Mars hingga menciptakan ekonomi baru dari energi berkelanjutan. Untuk itu, dia telah membangun Tesla dan perusahaan roket Spacex hingga unit bisnis kecil lainnya.

Pekan lalu, miliarder itu mengusulkan untuk melanjutkan tawaran awal senilai US$ 44 miliar untuk memboyong seluruh saham medsos Twitter. Proses pembeliaan itu sempat terhambat lantaran sejumlah kecurigaan Musk terhadap jumlah akun bot di Twitter.

Jika proses pembeliaan tersebut berhasil, Musk menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas masa depan Twitter, salah satu platform medsos yang paling berpengaruh di dunia. Di sisi lain, reputasi Twitter sempat dirusaknya akibat klaim sepihak Musk terkait jumlah akun bot.

Related

award
SPSAwArDS