Elon Musk Dirikan Usaha Baru Bernama xAI

marketeers article

Elon Musk meluncurkan usaha terbarunya, sebuah perusahaan kecerdasan buatan bernama xAI, untuk bersaing dengan pengembang AI lainnya termasuk pembuat ChatGPT, OpenAI, dan Bard milik Google. Musk mengumumkan peluncuran pada Rabu (12/7/2023) mengatakan di situs web perusahaan.

“Tujuan xAI adalah untuk memahami sifat sebenarnya dari alam semesta,” kata Musk singkat dikutip dari laman xAI, Kamis (13/7/2023).

Situs tersebut tidak memberikan informasi tambahan tentang startup tersebut, namun tim berencana mengadakan live talk di Twitter Spaces pada 14 Juli. Musk akan bergabung dengan sebelas anggota tim lainnya yang memiliki pengalaman bekerja di DeepMind, OpenAI, Google Research, Microsoft Research, dan Tesla, dan telah mengerjakan proyek termasuk AlphaStar, GPT-3.5, dan GPT-4, menurut situs web perusahaan.

BACA JUGA: Tuduh Threads Jiplak Twitter, Elon Musk Layangkan Gugatan

Sumber Business Insider mengatakan perusahaan baru milik Musk ini sudah beroperasi selama berbulan-bulan. Selama operasi tersebut, perusahaan baru ini sudah membeli perangkat pemrosesan grafik sebanyak 10.000 unit untuk pengembangan AI.

Perusahaan baru ini muncul usai Musk menandatangani surat terbuka pada bulan Maret yang menyerukan penghentian ekspansi AI dan meminta perusahaan untuk menghentikan pengembangan mereka setidaknya selama enam bulan, dengan mengatakan itu “dapat menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan.” Musk dan yang lainnya berpendapat dalam surat itu bahwa AI berkembang terlalu cepat dan telah menciptakan “perlombaan di luar kendali untuk mengembangkan dan menerapkan pikiran digital yang semakin kuat yang tidak seorang pun, bahkan penciptanya dapat memahami, memprediksi, atau mengontrol dengan andal.”

BACA JUGA: Ramai-Ramai Petinggi Teknologi Global Hentikan Pengembangan AI

Akan tetapi dengan peluncuran xAI, dan informasi bahwa Musk telah bekerja untuk menciptakan perusahaannya sendiri sejak April, dapat menimbulkan pertanyaan, apakah Musk meminta jeda sehingga memiliki waktu untuk mengejar ketinggalan dengan perusahaan lain.

“Saya pikir saya akan membuat opsi ketiga, meskipun tentu saja mulai sangat terlambat dalam permainan,” kata Musk kepada The Washington Post pada April lalu.

Dengan perusahaan terbarunya yang sedang berjalan, Musk merekrut insinyur dan peneliti yang berbasis di San Francisco untuk ditambahkan ke tim xAI.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related