Elon Musk Klaim Pengguna Bulanan X Tembus 600 Juta

marketeers article
Ilustrasi X. (FOTO: 123RF)

Elon Musk, pemilik X, yang dulu dikenal sebagai Twitter, mengklaim bahwa X kini memiliki 600 juta pengguna aktif bulanan, dengan sekitar 300 juta pengguna aktif harian. Hal ini sangat signifikan, karena hanya dua bulan lalu, X melaporkan memiliki 550 juta pengguna aktif bulanan, dan 250 juta pengguna aktif harian.

X juga melaporkan mencapai 500 juta pengguna bulanan pada Maret 2023. Jadi berdasarkan statistik ini, X tampaknya menambahkan 50 juta pengguna lagi dalam setahun, tetapi sekarang telah menambahkan 50 juta lagi dalam delapan minggu.

Dilansir dari SocialMediaToday, ini bukanlah pernyataan resmi dari perusahaan. Pengumuman ini dibuat oleh Elon Musk melalui akun X miliknya.

BACA JUGA: Elon Musk Sebut Ada Dampak Baik Bila AI Ambil Alih Pekerjaan Manusia

“X sekarang punya pengguna aktif bulanan sebanyak 600 juta. Separuhnya lebih menggunakan X setiap hari,” kata Elon Musk dalam cuitan pribadinya.

Tetapi jika ini benar, maka X tampaknya sedang berkembang, yang akan menjadi dukungan besar untuk arah baru untuk aplikasi media sosial yang dulunya bernama Twitter ini.

Laporan menunjukkan bahwa pendapatan iklan X masih turun sekitar 50% dari sebelum Elon mengambil alih. Dalam hal apapun, Elon mengatakan bahwa penggunaan X sedang meningkat, dan dengan laju yang signifikan.

Hal itu mungkin benar, sementara itu juga bisa menjadi anomali. Atau itu bisa menjadi indikator bahwa X sebenarnya lebih baik dari yang diharapkan.

BACA JUGA: Bekas CEO Twitter Tuntut Elon Musk Terkait Pembayaran Pesangon

Tetapi jika X sebenarnya kembali meningkat, dengan laju tambahan 25 juta pengguna per bulan, ini menunjukkan bahwa X sedang mendapatkan popularitasnya kembali. Itu akan membenarkan arah Elon untuk aplikasi tersebut, dan menunjukkan potensi yang berkembang.

Di satu sisi, perkembangan X di bawah naungan Musk juga banyak memicu kontroversi. Namun, beberapa di antaranya mendorong perusahaan untuk segera mencapai profit.

Salah satu yang memicu kontroversi adalah biaya beriklan yang semakin mahal usai Musk mengambil alih. Pertumbuhan pengguna masih menjadi basis untuk menentukan harga beriklan di platform.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related