EMLI Siapkan Strategi Garap Peluang Pelumas Jelang Era Mobil Listrik

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
24 Juni 2022
marketeers article
Konferensi pers peluncuran Mobil Serv Grease Analysis dari ExxonMobil Lubricant Indonesia (EMLI). (FOTO: Medikantyo Adhikresna/Marketeers)
PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) menilai penggunaan mobil listrik di Indonesia perlahan tapi pasti menghadirkan tantangan bagi industri pelumas. Pemegang merek pelumas kendaraan bermotor merek Mobil di Tanah Air ini menyebut tidak akan berhenti melakukan inovasi. Meski begitu, penggunaan pelumas pada mobil listrik akan jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan bermesin bensin atau internal combustion engine (ICE).
Tantangan peralihan penggunaan mobil listrik di Indonesia, menurut EMLI, memunculkan sejumlah peluang baru bagi industri pelumas di masa depan. Dalam konferensi pers bersama awak media di Jakarta, EMLI menyebut dapat menyediakan sejumlah produk yang mendukung penggunaan mobil listrik di Indonesia. Hal itu termasuk dalam aspek peningkatan daya tempuh sebuah model mobil listrik.
“Menghadapi tren mobil listrik EMLI juga membangun strategi untuk menyediakan produk yang mampu mendukung penggunaan kendaraan tersebut. Misalnya pelumas untuk komponen transmisi hingga kemungkinan produk serupa yang digunakan sebagai pendingin rangkaian baterai kendaraan listrik,” kata Syah Reza, Presiden Direktur PT EMLI, pada Kamis (23/5/2022).
Dukungan pelumas dari EMLI sebagai pendingin mobil listrik, misalnya, dapat membantu menjaga temperatur baterai sehingga menjaga tidak terbuangnya daya dari setiap sel. Reza menyebut kemungkinan tersebut bisa menambah jarak tempuh bagi pengguna mobil listrik, karena daya baterai yang diperlukan oleh rangkaian penggerak dapat tersimpan lebih lama.
Selain tantangan menghadirkan produk pelumas baru untuk mobil listrik, EMLI sudah dihadapkan pada kendala lain yang lebih dekat. Reza mengakui, pihaknya masih mengantisipasi perkembangan situasi geopolitik serta suplai bahan baku dari berbagai pihak. Namun, dia menyebut EMLI memiliki daya tahan cukup baik  terhadap potensi krisis tersebut.
“Kami mempunyai fasilitas produksi di Indonesia dan menghasilkan beberapa produk yang khusus dipasarkan untuk pasar domestik. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik tersebut, membuat kami yakin lebih kuat menghadapi goncangan dari faktor eksternal,” ujar Reza.
Faktor pergerakan ekonomi serta dinamika harga komoditas tambang, membuat EMLI optimistis meraih pangsa pasar lebih besar di ranah industri. Salah satu upaya mereka adalah mengenalkan layanan solusi Mobil Serv Grease Analysis untuk pelaku bisnis di berbagai sektor. Utamanya dari kategori manufaktur dan pertambangan yang mengandalkan mesin produksi dan alat berat.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related