Empat Cara agar Kendaraan Bisa Lolos Uji Emisi

marketeers article
Ilustrasi emisi kendaraan. (FOTO: 123RF)

Setiap kendaraan baru yang dipasarkan oleh pabrikan pasti telah lolos dalam tahap uji emisi. Akan tetapi, saat mulai digunakan oleh konsumen, emisi kendaraan bisa berubah seiring dengan pemakaian dan kebiasaan dalam merawat kendaraan.

Oleh karena itu, pengendara perlu memperhatikan beberapa hal agar kendaraan yang digunakan selalu punya kadar emisi yang sesuai dengan standarnya. Dikutip dari website Wuling Indonesia, Jumat (1/9/2023), terdapat empat hal yang bisa diterapkan untuk memastikan kondisi emisi kendaraan.

1. Lakukan Uji Berkala

Pengendara disarankan untuk selalu melakukan uji emisi secara mandiri. Hal itu pun perlu dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tertentu agar kondisi emisi selalu terpantau.

2. Lakukan Servis Rutin

Salah satu penyebab kendaraan bisa mengalami ubahan emisi adalah karena adanya penurunan performa mesin. Oleh karena itu, disarankan agar pengendara selalu melakukan servis rutin sehingga mesin kendaraan selalu dalam kondisi prima.

3. Segera Periksa Jika Ada Asap atau Bau Knalpot Mencurigakan

Pada kendaraan diesel dan bensin, saluran gas buang terkadang mengeluarkan asap atau bau tertentu.

BACA JUGA:  Asuransi Astra-Garda Oto Jaga Kualitas Udara lewat Uji Emisi

Akan tetapi, jika asap dan bau yang dikeluarkan cenderung berlebihan, maka pengendara perlu segera memeriksa kondisi mesin. Pasalnya, asap dan bau yang tak wajar merupakan salah satu indikasi persoalan pada mesin yang juga berpengaruh terhadap kondisi emisi kendaraan.

4. Pilih Bahan Bakar yang Pas

Setiap kendaraan punya jenis bahan bakar spesifik yang telah ditetapkan oleh pabrikan. Oleh karena itu, pengendara perlu memastikan bahan bakar yang digunakan telah sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Emisi kendaraan sendiri saat ini tengah jadi sorotan karena dianggap berperan dalam memperburuk kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pasalnya, di dalam emisi kendaraan, terdapat cukup banyak zat yang berbahaya, di antaranya:

1. CO atau Karbon Monoksida

Gas ini tidak memiliki warna dan bau. Akan tetapi gas ini sangat beracun kalau sampai terhirup manusia. 

Akibat paling fatal akan mengakibatkan pingsan hingga meninggal.

BACA JUGA:  Tekan Polusi Udara, Pertamina dan KLHK Uji Coba Modifikasi Cuaca Mikro

2. CO2 atau Karbon Dioksida

Gas ini memiliki dampak yang sangat berbahaya karena sangat berpengaruh terhadap pemanasan global.

3. NOX atau Nitrogen Oksida

Gas ini dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan dan sangat perih di mata.

4. HC atau Hydrocarbon

Gas ini berasal dari pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin mobil. Jadi di dalam gas ini masih terdapat sisa-sisa uap bensin yang tidak terbakar dan keluar lewat knalpot sehingga punya dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS