Evolusi E-Commerce Indonesia dari Masa ke Masa Menurut Ipsos

profile photo reporter Ellyta Rahma
EllytaRahma
20 Februari 2019
marketeers article
E-commerce di Indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang. Perkembangan ini dimulai sejak internet digunakan sebagai alat promosi hingga sekarang di mana internet menjadi pasar yang menjanjikan.
Ipsos melihat adanya perubahan konsep pemasaran hingga perilaku konsumen yang mengikutinya. Melalui acara diskusi bertema “E-Commerce 4.0, What’s Next, Demistifying The Future of E-Commerce in Indonesia” pada Selasa (19/02/2019),  Ipsos Indonesia merunut perjalanan panjang perkembangan e-commerce demi menyambut e-commerce 4.0 yang ada di depan mata.
E-commerce dimulai di versi 1.0. Versi ini merupakan tahap awal industri yang menggunakan internet sebagai alat promosi. Iklan di laman-laman mesin pencari merupakan contoh dari e-commerce 1.0. Di versi ini, sudah ada beberapa perusahaan yang menjual produknya secara daring, namun masih terbatas terkait akses internet yang masih belum dapat dinikmati oleh semua orang.
Di versi e-commerce 1.0, perilaku konsumen juga masih tergolong tradisional. Konsumen masih memiliki tingkat kepercayaan  yang rendah untuk berbelanja secara daring. Sedikit sekali orang yang ingin membayarkan uangnya untuk barang yang belum jelas bentuk fisiknya.
Berlanjut ke versi 2.0, di mana yang menjadi awal mula lahirnya pasar daring. Di versi ini, e-commerce sudah menjadi strategi omnichannel sebuah perusahaan untuk meningkatkan penjualan. Perilaku konsumen yang mulai percaya terhadap pembelanjaan daring menjadi alasan majunya e-commerce 2.0. Pun begitu, versi ini masih memiliki kendala pada terbatasnya partner distribusi dan pembayaran sehingga konsumen masih merasakan kesulitan untuk berbelanja daring.
Kini, kita semua sedang menikmati e-commerce versi 3.0, di mana elemen-elemen untuk mempermudah proses belanja melalui e-commerce seperti transaksi dan armada distribusi barang menjamur. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat juga semakin tinggi terhadap pasar e-commerce. Selain itu, versi ini semakin didukung oleh perkembangan di bidang digital marketing dan iklan.
Dari tiga versi di atas, Ipsos melihat adanya perubahan yang signifikan pada perilaku konsumen dan konsep pemasaran seiring dengan perkembangan e-commerce. Melalui perubahan tersebut, Ipsos melihat bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar untuk beradaptasi dengan hadirnya e-commerce 4.0 yang semakin dekat. Dengan e-commerce 4.0 yang memiliki kanal lebih banyak dan teknologi yang jauh lebih canggih, masyarakat akan mengalami sebuah pengalaman berbelanja lebih mudah, cepat, dan menguntungkan.
Editor: Sigit Kurniawan

Related