Fase Crypto Winter, Ini Cara Terbaik Berinvestasi di Aset Kripto

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
17 Juni 2022
marketeers article
Aspakrindo Buka-bukaan soal Pajak Transaksi Aset Kripto. (FOTO: 123rf)

Pasar aset kripto mengalami fase yang sulit ketika terjadi penurunan nilai Bitcoin (BTC) dan banyak altcoin terkemuka. Harga Bitcoin telah turun 70% dari harga tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044 menjadi sekitar US$ 20.348.

Aset kripto lainnya pun juga mengalami nasib yang sama, dengan Ethereum (ETH) turun lebih dari 75%, TRON turun 76%, dan SOL dan AVAX keduanya turun hingga 88%. Sementara itu, nilai kapitalisasi market kripto sempat anjlok US$ 1 triliun.

Adytia Raflein, VP Marketing Tokocrypto mengatakan, industri aset kripto global kini memasuki kontraksi yang mereka labeli dengan istilah crypto winter. Kekacauan makroekonomi dan geopolitik saat ini sebagai katalis untuk masalah tersebut.

“Sentimen pasar kripto global kini memasuki masa yang tertekan ditandai dengan ketakutan yang ekstrem, dan gejolak ekonomi global baru-baru ini menambah perubahan secara menyeluruh di industri. Investor harus melakukan penyesuaian dengan kondisi market untuk tetap mendapatkan profit dalam jangka pendek maupun panjang,” kata Adytia, Jumat (17/6/2022).

Di tengah kondisi suku bunga yang tinggi, banyak investor yang ragu untuk masuk ke investasi aset berisiko seperti kripto. Bahkan, tidak sedikit investor yang menjual aset kripto mereka dengan kerugian. Jadi apa tindakan terbaik yang harus diambil oleh investor kripto? 

Menurut Adytia, hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa apa yang disebut crypto winter bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya adalah, setidaknya secara historis, musim dingin kripto selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai proyek altcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.

“Bagi investor, hal terbaik yang harus dilakukan sekarang adalah mencoba dan menilai situasi secara objektif. Terlalu mudah untuk membuat keputusan berdasarkan emosi ketika nilai portofolio hancur sangat tidak bijak. Mengelola emosi selama bear market terjadi tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” ujarnya.

Ketika bear market, pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip yang mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. 

“Strategi ini sendiri dapat menjadi peluang yang menguntungkan, ketika market kembali bull run. Sampai saat ini, DCA telah terbukti bisa meningkatkan nilai investasi dalam perdagangan kripto, jika melihat historis secara market bearish beberapa waktu lalu,” ucap Adytia.

Strategi short selling saat harga aset kripto turun bisa diterapkan. Short positioning ini akan menguntungkan saat nilai aset tertentu mengalami penurunan. “Namun, perlu diingat pelajari dahulu teknis short selling, karena dibutuhkan prediksi yang tepat atas pergerakan harga kripto,” tuturnya.

Saat bear market dan aktivitas transaksi menurun, investor bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja,” katanya.

Related