Finance

Fintech Lending Dorong Inklusi Keuangan Digital

PHOTO CREDIT: 123RF

Hasil Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa kehadiran fintech lending berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan milenial terutama pada kelompok usia 35 tahun yang merupakan cakupan terbesar di Indonesia saat ini.

“Kontribusi yang semakin besar dari fintech lending menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat inklusi keuangan. Terbukti, sektor yang memiliki akses terbatas ke kredit, misalnya jenis bisnis yang layanan dan pertanian kini dapat berpartisipasi dalam pinjaman digital peer-to-peer,” ujar I Dewa Gede Karma Wisana, Wakil Kepala LD FEB UI.

Riset yang dilakukan ini mengambil sampel dari borrower dalam ekosistem Investree. Pelaku industri kreatif menjadi peminjam terbanyak dengan persentase sebesar 24% dan 15% diantaranya mengalami peningkatan pendapatan antara 30%-50% setelah memperoleh pinjaman dari fintech lending.

Kemudian, sebesar 52% dari industri kreatif yang meminjam di Investree menggunakan layanan invoice financing dilanjutkan dengan tipe online seller financing (33%), dan working capital term loan (15%).

Tidak hanya industri kreatif, sebanyak 58% borrower dari Investree yang bergerak di sektor industri manufaktur mengalami peningkatan pendapatan sebesar 20%-50%. Secara keseluruhan, 56% dari borrowe Investree menyatakan bahwa mereka mengalami peningkatan pendapatan setelah mendapatkan pinjaman dari fintech lending.

Riset ini juga menemukan bahwa fintech lending dapat mendorong perluasan kesempatan kerja dalam bentuk peningkatan tenaga kerja yang dipekerjakan dalam bisnis mereka. Temuan LD FEB UI mencatat kenaikan jumlah pekerja atau penyerapan tenaga kerja baru mencapai 44% dalam ekosistem Investree. Selain itu, alasan para borrower memilih fintech lending untuk mendukung usahanya adalah karena flesibilitan dan kecepatan dalam proses.

“Riset ini menemukan bahwa fintech lending mampu mendukung inklusi keuangan melalui platform digitalnya, termasuk produk-produk inovatif, baik secara horizontal melalui sektor-sektor yang dibiayai, dan secara vertikal melalui skala bisnis keuangan,” tutup Dewa.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top