Garap Ceruk Pasar, Kunci Melegendanya Merek Antimo

marketeers article
Imelda Alini Pohan, Direktur Pemasaran Phapros di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Merek Antimo genap berusia 50 tahun di pasar Indonesia. Merek obat garapan PT Phapros Tbk sebagai salah satu anggota Holding BUMN Farmasi ini menilai konsistensi Antimo di segmen travel convenience menjadi kunci sukses mereka. Di sini, Antimo fokus ke segmen konsumen yang mengalami mabuk perjalanan. 

Dengan konsistensi tersebut, Antimo menjadi salah satu tulang punggung perusahaan dengan kontribusi penjualan mencapai 12,5% dari total penjualan Phapros. Di dalam strateginya, perusahaan juga fokus melakukan brand extension melalui Antimo Anak Sirup yang juga mendapat sambutan hangat. 

“Antimo sudah sangat kuat sebagai obat anti mabok. Di sini, kami mendominasi pasar melalui perluasan kehadiran di berbagai moda transportasi. Survei kami bersama MarkPlus, Inc. pada tahun 2020 menemukan Antimo menguasai 90% pangsa pasar di Indonesia,” papar Imelda Alini Pohan, Direktur Pemasaran Phapros saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Terbaru, Antino menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan moda transportasi, yakni PT KAI (Persero), PT PELNI (Persero), Perum DAMRI, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penandatangan nota kesepahaman ini dalam rangka memperingati 50 tahun Antimo di Indonesia. 

Langkah ini juga menjadi upaya perusahaan untuk bersinergi dan memperkuat bisnis inti dengan para perusahaan BUMN. Kegiatan branding dan menggelar beragam aktivasi menjadi fokus dari kerja sama yang mereka jalin.  

Di sini, Antimo ingin meningkatkan engagement dan positioning mereka di segmen traveller lintas generasi, khususnya para wisatawan milenial. Segmen ini kian penting. Pasalnya, data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menunjukkan bahwa wisatawan milenial akan terus bertumbuh dan menjadi pasar utama. Diproyeksikan pada tahun 2030, 57% pasar pariwisata di Asia akan didominasi wisatawan yang berusia 15-34 tahun. 

Performa bisnis

Dengan beragam pendekatan marketing yang dilakukan, Antimo berhasil membukukan pertumbuhan bisnis 5%-10% setiap tahunnya. Hingga pada tahun pertama pandemi, performa merek mengalami penurunan hingga 67%. Tahun ini, performa Antimo telah pulih. 

“Tahun ini bisnis kami telah pulih setelah terdampak pandemi COVID-19. Tercatat, penjualan Phapros sampai semester I-2022 meningkat 21% dan Antimo telah tumbuh lebih dari 100% dibanding tahun sebelumnya. Kami pun optimistis sampai dengan masa liburan akhir tahun 2022, pertumbuhan ini akan tetap terjaga dan tumbuh double digit,” ujar Imelda.

Meski menjadi living legend brand, Imelda mengakui bahwa merek Antimo memiliki tugas besar untuk membangun awareness di segmen konsumen yang lebih muda, yakni para Gen Z dan Gen Alpha. 

“Kami akan terus mengikuti gaya hidup konsumen, termasuk konsumen muda yang tengah digandrungi dengan aktivitas healing. Kami masuk ke gaya hidup mereka dengan melakukan berbagai media komunikasi untuk meningkatkan brand awareness Antimo,” tutup Imelda. 

Related

award
SPSAwArDS