Geger Bocah Meninggal usai Kelaminnya Diremas, Kok Bisa?

marketeers article
Ilustrasi bocah laki-laki meninggal usai kelaminnya diremas (Foto: 123rf)

Bocah laki-laki asal Tapos, Kota Depok, Jawa Barat meninggal dunia usai kelaminnya diremas oleh seorang kakek berinisial N pada Rabu (27/9/2023) lalu. Korban yang baru berusia 12 tahun itu sempat mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa tak lama setelah mengalami pelecehan.

Kejadian tidak senonoh itu sendiri terjadi ketika korban bersama tiga teman sebayanya sedang berboncengan motor di Kampung Sindangkarsa. Saat berpapasan dengan N, kakek berusia 70 tahun ini menyuruh mereka menghentikan motornya lalu meremas alat vital korban.

Selang beberapa jam, korban mengadukan pelecehan yang baru saja dialaminya kepada orang tuanya. Mereka pun mendatangi pelaku untuk meluapkan amarah. 

Di tengah perbincangan, tiba-tiba korban terjatuh. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tidak tertolong. 

Pihak kepolisian lantas menyelidiki kasus ini. Hasil visum sementara membenarkan bahwa memang terdapat luka di alat kelamin korban.

Namun, luka itu diakibatkan benda tumpul. Pihak kepolisian juga belum yakin kalau peremasan alat kelamin pada kasus ini merupakan penyebab kematian korban. 

Masih diperlukan otopsi lebih lanjut berupa pemeriksaan toksikologi.

BACA JUGA: Cuaca Panas Bikin Mudah Haus, Waspada Keracunan Air Putih!

Terlepas dari dugaan tersebut, meremas kelamin pria memang bisa menyebabkan kematian. Sebagaimana yang pernah terjadi di Cina pada 2012, yang mana seorang lelaki dilaporkan tewas gara-gara buah zakarnya diremas seorang wanita usai berebut tempat parkir.

Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi? Berikut penjelasannya:

Bahaya Meremas Alat Vital

Melansir Gizmodo, seorang ahli urologi, Irwin Goldstein membenarkan bahwa meremas testis berpotensi menyebabkan si lelaki meninggal dunia. 

Pasalnya, organ ini sangat peka terhadap sentuhan. Testis sendiri berada dalam skrotum yang menggantung di luar tubuh, sehingga tidak terlindungi dari otot dan tulang. 

Karena itulah, ketika mendapat tekanan berlebihan, organ tersebut akan memicu pelepasan banyak adrenalin. Ketika alat kelamin seorang pria diremas, ia akan merasakan nyeri yang hebat di sekitar skrotum atau kulit menggantung di bawah penis. 

Nyeri testis itu dikarenakan turunnya isi perut yang disebut mesenteric plexus. Hal ini menyebabkan pria berhenti beraktivitas secara tiba-tiba, kemudian terbaring di tanah, dan menutup mata serta menekuk lututnya. 

Rasa nyeri ini bahkan berpotensi memicu serangan jantung atau robekan testis yang mengakibatkan perdarahan hingga kematian.

BACA JUGA: Bantu Orang Tersedak dengan Teknik Heimlich Maneuver, Begini Caranya

Selain menyebabkan kematian, meremas testis juga bisa menimbulkan cedera pada organ itu. Saat ini terjadi, muncul gejala seperti nyeri hebat di skrotum, memar dan bengkak di skrotum, rasa sakit dan tidak nyaman di perut bagian bawah, serta muntah dan mual.

Demikianlah sekilas pembahasan mengenai bahaya meremas alat kelamin, kejadian yang diduga meregang nyawa seorang bocah di Tapos belakangan ini. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS