Geliat Startup Membara di Kota Pontianak

marketeers article
Telkomsel dan Marketeers telah melakukan kick off program The NextDev Pulang Kampung pada Rabu, (2/2/2016). Pontianak pun dipilih sebagai kota pertama dari rangkaian acara yang mempertemukan 20 duta The NextDev 2015 ke kota asalnya.
 
NextDev Pulang Kampung hari pertama digelar di Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan). Sekitar 200 mahasiswa/i Pontianak memadati area auditorium. Selain didominasi oleh mahasiswa Untan, tampak peserta datang dari kampus lain, seperti Universitas Panca Bakti, Politeknik Negeri Pontianak, SMK 1 Pontianak, dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
 
Hari pertama acara tersebut diisi oleh eksibisi dari duta NextDev, salah satunya Pontinesia. Startup asal Pontianak ini menciptakan media sosial berbasis web dan mobile web yang mengangkat wisata alam, budaya, serta kuliner dari kota Pontianak. Selain Pontinesia, ada tiga duta lainnya yang datang, yaitu Gandeng Tangan, Jejakku, dan Rumah Sinau.
 
Tak hanya eksibisi, NextDev Pulang Kampung juga melaksanakan agenda seminar bertajuk Smart City for Smart Generation yang dibawakan CEO Kibar Yansen Kamto. Adapula workshop mendalam seputar membangun startup yang dibawakan oleh SEA Investment Analyst Fenox Venture Capital Nazier Ariffin dan CEO Jejaring Kreasi Digital Abdul Almaujudy.
 
Yansen mengatakan dunia saat ini tengah digemparkan oleh “serbuan” startup-startup disruptif, alias perusahaan rintisan yang mengacak-ngacak posisi nyaman perusahaan besar. Lewat inovasi teknologi, startup bisa menggoyang dominasi market leader, bahkan melahirkan market baru.
 
salah satu contoh startup disruptif adalah ketika Netflix berhasil menggeser dominasi raksasa rental DVD Amerika Blockbuster. Padahal, Netflix sempat menawarkan diri untuk bergabung dengan Blockbuster, namun ditolaknya.
 
“Intinya, teknologi adalah soal perubahan. Anda sebagai anak muda harus merangkul perubahan. Startup itu intinya perubahan, banyak startup bisa membawa perubahan Indonesia yang lebih baik,” ujar Yansen.
 
Editor: Sigit Kurniawan 

    Related

    award
    SPSAwArDS