Government & Public Services

Gerak Cepat Pertamedika IHC Perangi COVID-19

Sumber: 123rf

Industri kesehatan atau healthcare disebut-sebut sebagai industri yang berjaya di masa pandemi. Kebutuhan medis yang tinggi menjadi faktor yang menghadirkan pendapat ini. Namun nyatanya, pemain dalam industri kesehatan tetap harus berjuang dan menata strategi tepat agar tidak ikut kalah oleh serangan virus.

Adalah Pertamedika IHC, grup rumah sakit BUMN yang ikut berupaya dalam memerangi pandemi COVID-19 di Indonesia, Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan bahwa di masa pandemi ini, perusahaannya juga menghadapi tantangan luar biasa.

“Kita seperti sedang balapan. Kuncinya adalah cepat-cepatan untuk menangani dan menghadapi pandemi,” katanya dalam acara Industry Roundtable Surviving The Covid-19 Preparing The Post Healthcare, Selasa (30/06/2020).

Sejak Maret 2020, Pertamedika IHC bersikap sigap dengan langsung membuka salah satu rumah sakitnya, Pertamina Jaya untuk melayani pasien positif COVID-19. Fathema juga mengatakan pihaknya melakukan serangkaian strategi. Diantaranya kreativitas, inovasi, dan data collecting.

“Data sangat penting untuk melihat perkembangan pasien yang kira-kira akan masuk ke rumah sakit. Jadi, saat pasien masuk penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Bukti konkret dari sikap tanggap rumah sakit ini dalam penanganan pandemi datang dari strategi data collecting. Dari sini, Pertamedika IHC melihat potensi daerah yang akan mengalami lonjakan pasien. Tindakan ini diimplementasikan di Jawa Timur yang kini menjadi episentrum penularan virus.

Di sana, Pertamedika IHC melakukan penambahan ICU dan total bed untuk perawatan pasien COVID-19. Tindakan yang sama juga sedang dilakukan di Kawasan Sumatera. Fathema menjelaskan bahwa rumah sakitnya melihat peningkatan yang tinggi di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

“Kami mulai menambah bed, kebutuhan ICU, perlengkapan APD, hingga upskilling tenaga medis. Strategi ini tidak hanya dilakukan sekarang, tapi sejak percepatan layanan dilakukan pada saat pandemi melanda,” tambah Fathema.

Percepatan yang dilakukan Pertamedika IHC menyebabkan kewalahan, terutama di bidang logistik, value chain, dan supply chain. Untuk itu, grup rumah sakit ini terus berupaya untuk memenuhi kebutuhannya. Di antaranya dengan mengelola usaha kecil untuk memproduksi APD sendiri hingga membangun laboratorium moduler di 19 provinsi. Kini, Pertamedika IHC tengah menyiapkan 300 tempat tidur bertekanan negatif untuk menghadapi serangan pandemi gelombang kedua.

Lesson learned dari kondisi ini adalah kewajiban untuk terbuka dalam melayani pasien. Terbukti, kami mengalami kenaikan branding akibat strategi yang tanggap dilakukan sejak awal Maret lalu,” tutup Fathema.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top