Google Doodle Tampilkan Tarian Rangkuk Alu, Ini Asal Usulnya

marketeers article
Google Doodle yang menampilkan tarian Rangkuk Alu. (Sumber: Google)

Laman pencarian Google hari ini tampak berbeda dengan doodle yang menampilkan tarian Rangkuk Alu yang bernuansa hijau. Ilustrasi tarian yang berasal dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ditampilkan pada Google Doodle hari ini dalam bentuk animasi atau gambar bergerak.

Animasi itu memperlihatkan gerakan dua kaki yang tengah menari atau bermain untuk menghindari jepitan dua buah bambu. Tarian Rangkuk Alu ditampilkan sebagai ilustrasi google doodle hari ini karena bertepatan dengan tari sedunia yang dirayakan setiap tanggal 29 April.

BACA JUGA Google Gemini Bisa Dipakai di Smartphone Lama, Ini Syaratnya

Akan tetapi, Google tak menjelaskan secara terperinci alasan memilih tema tarian Rangkuk Alu. Dikutip dari laman Google, perusahaan mesin pencari ini memilih tema “Merayakan Tari Rangkuk Alu” sebagai google doodle hari ini karena ingin merayakan kesenian tersebut.

“Doodle ini merayakan tari Rangkuk Alu, sebuah genre tari dari Manggarai, Indonesia,” tulisnya.

Asal usul tarian Rangkuk Alu

Melansir dari laman Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, tarian Rangkuk Alu pada awalnya merupakan sebuah permainan tradisional masyarakat Manggarai Flores.

BACA JUGA Lewat Google, Apple Bakal Tanamkan AI Gemini ke iPhone

Dalam permainan ini, bambu akan disusun dan dimainkan dengan cara diayunkan seperti menjepit oleh beberapa orang pemain. Salah satu atau dua dari pemain akan melompat-lompat menghindari jepitan dari bambu ini.

Saat melompat-lompat menghindari jepitan, para pemain seakan melakukan gerakan tari. Dari situlah awal terbentuknya dari gerakan dasar Tari Rangkuk Alu ini.

Gerakan para penari dan pemain bambu ini kemudian dipadukan dengan irama musik serta lagu daerah sehingga akan menghasilkan seni yang khas, yakni Tari Rangkuk Alu. Dahulunya, tarian ini sering ditampilkan pada saat usai panen raya dan pada saat bulan purnama. 

Pada saat itulah para remaja berkumpul dan juga meramaikan acara ini.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS