Technology

Grab Investasi di LinkAja, Seperti Apa Kolaborasi Keduanya

LinkAja resmi mendapatkan pendanaan dari Grab. Grab memimpin pendanaan seri B ini selaku pemegang saham minoritas. Investasi ini menandakan pertama kalinya LinkAja menerima investasi dari perusahaan swasta.

Selain Grab, pendanaan ini juga dilakukan oleh Telkomsel, BRI Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia. Pendanaan ini menyepakati total komitmen hingga sekitar US$ 100 juta.

Dana yang ada akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan LinkAja di industri teknologi finansial nasional yang berfokus terutama bagi konsumen kelas menengah dan UMKM di Indonesia.

Adapun investasi strategis dari Grab meliputi berbagai sinergi dan potensi kolaborasi yang luas bagi kedua pihak. Sinergi dan kolaborasi baik dalam hal akses ekosistem maupun teknologi ini akan mempercepat dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Di tengah tantangan ekonomi selama pandemi COVID-19, LinkAja mampu meningkatkan Nilai Transaksi Bruto (GTV) dan jumlah transaksi di kuartal III tahun 2020 (Juli – September) sebesar 3x, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kemampuan tim manajemen yang kuat dan ketahanan model bisnis LinkAja.

“Kami sangat antusias atas bergabungnya Grab sebagai salah satu pemegang saham kami. Kami yakin kerja sama strategis yang didukung oleh investasi dan kekuatan teknologi Grab ini akan memperkuat layanan LinkAja dalam menghadirkan solusi yang efektif untuk memberikan akses ke keuangan dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” tutur Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja.

Sementara itu menurut Neneng Goenadi selaku Managing Director Grab Indonesia, Grab berkomitmen membantu pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup di Indonesia. Baginya masih ada jutaan masyarakat Indonesia yang masih belum terjangkau oleh sistem perbankan tradisional.

“Kami memilih untuk berinvestasi di LinkAja karena secara bersama kami dapat mengakselerasi tujuan dalam mempercepat inklusi finansial di Indonesia. Kolaborasi strategis antara LinkAja dan ekosistem digital kami yang di dalamnya termasuk OVO dan Tokopedia memungkinkan kami untuk menyediakan beragam layanan cashless bagi semua lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Neneng.

Operasional bisnis LinkAja dimulai pada 30 Juni 2019, LinkAja merupakan uang elektronik hasil sinergi BUMN di Indonesia. LinkAja saat ini memiliki lebih dari 58 juta pengguna terdaftar, dengan lebih dari 80% penggunanya berasal dari kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.

Pada bulan April 2020, LinkAja meluncurkan layanan Syariah LinkAja. Dalam enam bulan sejak diluncurkan, Layanan Syariah LinkAja memiliki lebih dari satu juta pengguna di Indonesia.

MARKETEERS X








To Top