Finance

Hilang Isu Merger, Grab Siap IPO di Amerika Serikat

PHOTO CREDIT: 123RF

Grab dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melantai di bursa efek Amerika Serikat (AS) pada tahun ini. Rencana ini didorong dengan kuatnya minat investor terhadap IPO saham perusahaan tersebut.

Dikutip dari Reuters, IPO Grab dapat menghasilkan dana sebesar US$ 2 miliar serta valuasi yang mencapai US$ 16 miliar atau setara dengan Rp 224 triliun. Nilai tersebut dikatakan menjadi penawaran saham luar negeri terbesar oleh perusahaan asal Asia Tenggara.

“Pasar terlihat sangat bagus dan bisnis sedang berjalan dengan sangat baik dari sebelumnya. Ini dapat bekerja dengan baik untuk pasar publik,” kata sumber yang melapor ke Reuters.

Grab, yang memiliki sejumlah nama besar investor di belakangnya seperti SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group, telah berkembang sangat pesat sebagai usaha ride-hailing di Asia Tenggara pada tahun 2021 dilabeli sebagai startup decacorn dengan valuasi lebih dari US$ 10 miliar.

Perusahaan mengatakan, pendapatan grup telah pulih pascapandemi. Menurut Grab, bisnis ride-hailing di Asia Tenggara telah mencapai titik impas di semua pasar operasinya, termasuk Indonesia yang menjadi pasar terbesar dan berharap bisnis pengiriman makanan juga mencapai titik impas pada akhir tahun.

Kabar IPO Grab tersebut datang tidak lama setelah diskusi dengan Gojek gagal. Setelah kegagalan tersebut, Gojek dikabarkan malah akan melakukan menyatukan perusahaan dengan e-commerce Tokopedia dengan nilai merger sebesar US$ 18 miliar. Dari laporan reuters, kedua perusahaan juga akan melakukan dual listing di Jakarta dan Amerika Serikat.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top