Hindari Produk Berbahaya dengan Mengenal Praktik Greenwashing

marketeers article
Asian woman uses a cloth bag. Shes in the garbage. That has a lot of bottles. FOTO:123fr)

Saat ini sejumlah produk dan layanan banyak yang dihadirkan dengan berwawasan environmental, social, and governance (ESG). Di satu sisi, masyarakat yang peduli dengan lingkungan dan kesehatan juga perlu mewaspadai adanya praktik greenwashing.

Ahmad Safrudin, Ketua Net Zero Waste Consortium mengatakan, kampanye greenwashing perlu diwaspadai oleh seluruh stakeholder terutama masyarakat karena hal ini bisa berpotensi mengganggu kesehatan dan menimbulkan tumpukan sampah terutama sampah plastik.

Menurutnya, terdapat beberapa jenis praktik greenwashing yang biasa diiklankan oleh produsen yang berbuat seolah-olah pro lingkungan, padahal upaya yang dilakukan berbanding terbalik dari apa yang diiklankan ke publik.

Sejumlah praktek greenwashing itu di antaranya adalah mengkampanyekan citra perusahaan yang ramah lingkungan. “Produsen menggunakan produk yang menggunakan gambar, ilustrasi atau foto dedaunan hijau, hewan, kemasan ramah lingkungan dan sejenisnya. Ini adalah praktik greenwashing klasik,” kata Ahmad dalam keterangan pers kepada Marketeers, Sabtu (20/5/2023).

Kemudian, greenwashing juga dilakukan dengan label yang cenderung menyesatkan. Ia menekankan, sejumlah produk tertentu bisa terlihat ramah lingkungan dengan dilabeli kata “Sudah Disertifikasi” atau “100% organik” tapi tidak ada informasi pendukung untuk membuktikan kebenaran klaim tersebut.

BACA JUGA: Green Product: Produk Ramah Lingkungan sebagai Solusi Keberlanjutan

Selanjutnya, praktek itu kerap dilakukan dengan tidak memberikan informasi rinci soal kandungan kimia yang terdapat dalam suatu produk atau kemasan.

“Hal ini kerap terjadi dalam produk air minum dalam kemasan atau AMDK. Padahal, beberapa kemasan AMDK mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh stakeholder bisa lebih waspada dalam menyikapi kampanye tersebut. Mengingat, kampanye itu bertentangan dengan ESG yang saat ini sedang digalakkan demi menghadirkan lingkungan dan kehidupan yang lebih sehat.

BACA JUGA: Cara Coldplay Gelar Konser Ramah Lingkungan

Terkait AMDK yang kurang sehat dan kurang ramah lingkungan, masyarakat diimbau agar menghindari kemasan plastik dengan bahan polikarbonat yang mengandung Bispenol-A (BPA) karena dianggap bisa menimbulkan persoalan kesehatan. Salah satu persoalan yang ditimbulkan adalah kanker payudara.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Environmental Research, peneliti dari Zhejiang University, Cina, yang melakukan meta-analisis dengan bertujuan untuk mengevaluasi risiko kanker payudara terkait paparan BPA, dengan menganalisis data dari 28 studi epidemiologi, peneliti menemukan bahwa paparan BPA terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita.

Temuan ini pun telah dipublikasikan di Jurnal Environmental Research dengan judul “Bisphenol A exposure and breast cancer risk: a meta-analysis” (Chen Y, 2020). Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menghindari kemasan makanan atau minuman yang mengandung BPA.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS