Hingga Kuartal 3, Mandala Multifinance Catatkan Kenaikan Laba Bersih 80%

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
30 Desember 2021
marketeers article
Golden coin stacks on a white background
PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mampu mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 80% pada kuartal 3 tahun 2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Angka penyaluran pembiayaan, jumlah nasabah, dan ekuitas  turut meningkat meskipun kondisi ekonomi masih terpukul pandemi COVID-19.
Direktur Utama Mandala Finance Harryjanto Lasmana mengatakan, sepanjang Januari hingga September 2021, perseroan berhasil mencatatkan performa kinerja keuangan yang menggembirakan. Jumlah pembiayaan yang berhasil disalurkan mencapai Rp 3,5 triliun atau tumbuh sebesar 71%. Laba bersih yang berhasil dibukukan sampai dengan 30 September 2021 turut meningkat sampai 80% sebesar Rp 317 miliar dari tahun 2020.
“Kami merasakan dampak pandemi, namun kami bersyukur kinerja Mandala tetap bertumbuh. Hal ini terlihat dari peningkatan yang kami catatkan sampai dengan September 2021, dibandingkan dengan 2020. Ini merupakan bentuk usaha yang nyata dari seluruh keluarga dan mitra Mandala,” ujar Harryjanto melalui keterangannya, Kamis (30/12/2021).
Menurutnya, dengan kinerja yang memuaskan turut berdampak pula pada peningkatan aset yang dimiliki perseroan. Tercatat, hingga 30 September 2021 total aset yang dimiliki mencapai Rp 4,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan dengan posisi akhir tahun pada 2020.
Harryjanto menyebut, peningkatan aset perusahaan yang dicapai didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 3 tahun 2021 yang mengalami peningkatan sebesar 3,51% (yoy). Adapun pertumbuhan yang dicatatkan perseroan pada periode ini sejalan dengan tren peningkatan laba industri multifinance sebesar 96,83% (yoy) per September 2021 sesuai dengan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Di sisi lain, OJK mencatat adanya penurunan jumlah pelaku industri multifinance, yaitu 175 pada Januari 2021 menjadi 164 berdasarkan data per September 2021,” ujarnya.
Harryjanto menambahkan, hasil yang positif tersebut dicapai berkat upaya antisipasi yang dilakukan sepanjang tahun dengan menitikberatkan pada perbaikan internal perusahaan hingga transformasi digital. Salah satu transformasi paling menonjol yang dilakukan Mandala pada 2021 adalah aplikasi Mantis.
Melalui aplikasi tersebut, perseroan menghadirkan inovasi digitalisasi pembiayaan yang aman, praktis, dan terpercaya. Mantis telah digunakan lebih dari 30.000 pengguna yang mayoritas dari generasi millennial dan generasi Z. Dalam satu tahun terakhir, jumlah pengguna Mantis naik hingga empat kali lipat.
“Tahun 2021, Mandala berupaya untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan perbaikan proses kerja. Kami  melakukan banyak transformasi dan mengedepankan semangat #TumbuhBersama,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related