Hingga November 2021, Jumlah UKM di Ekosistem Digital Baru 15,6 Juta

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
02 Desember 2021
marketeers article
Buyers and sellers at a traditional market in Lombok Indonesia
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan, hingga November 2021 jumlah UKM yang telah bergabung dengan platform digital di sebanyak 15,6 juta unit. Jumlah tersebut baru separuh dari target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak 30 juta unit.
Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengatakan, sejak tahun 2020 hingga 2021 terjadi kenaikan transformasi digital sebanyak dua kali lipat. Tercatat, di tahun 2020 usaha kerakyatan yang telah go digital sebanyak 8 juta unit atau setara 13% dari target yang ditetapkan.
“Tahun ini, sudah bertambah dua kali lipat. Mengacu data Asosiasi E-commerce Indonesia, ada 15,6 juta UKM atau setara 26% yang sudah masuk dalam e-commerce. Tapi, kami juga mendata UKM tidak masuk dalam platform e-commerce saja, tapi mereka yang juga aktif di media sosial,” kata Fiki dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (2/12/2021).
Menurutnya, hingga sekarang pemerintah masih terus melakukan pendataan dan percepatan UKM go digital. Tujuannya, agar usaha rakyat ini mampu mempertahankan bisnis dan meningkatkan penjualan.
Fiki menyebut, beberapa kriteria UKM yang telah bertranformasi menuju layanan digital, di antaranya   memiliki konsumen di dunia maya dan memiliki supplier secara online. Kemudian, secara internal bisnis dapat terus melakukan improvement dan pengelolaan laporan keuangan secara online. Di platform digital, pengusaha juga harus memiliki data analisis untuk mengembangkan bisnis.
“Jadi, banyak bisnis-bisnis yang sudah secara internal maupun akses marketnya secara offline. Tapi, logistiknya sudah pakai platform digital. Ini juga bagian yang kami sebut dengan digitalisasi dari sisi logistik,” ujarnya.
Fiki menambahkan, ke depan pemerintah akan terus mendorong usaha kerakyatan untuk bertransformasi menuju layanan digital. Ekosistem layanan digital dari hulu ke hilir tengah dipersiapkan dengan baik. Selain itu, pemerintah juga akan menciptakan permintaan pasar dan kesiapan supply barang yang dibutuhkan.
“Adanya disrupsi digital dan juga bonus demografi ini lebih menantang karena pasarnya menjadi sangat muda. Terkait dengan hal itu sedang disiapkan oleh pemerintah,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related