Holding BUMN Ultra Mikro Targetkan Usaha Mikro Bebas Rentenir

marketeers article
Bank BRI, sumber gambar: 123rf

Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) terus mendorong peningkatan inklusi keuangan, khususnya kalangan masyarakat unbankable. Sasaran itu difokuskan juga untuk pelaku usaha agar bebas dari rentenir.

Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI menyampaikan Holding BUMN Ultra Mikro merupakan sinergi BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk mewujudkan layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha.

BACA JUGA: Transisi Energi, PLN dan 6 BUMN Kerja Sama Perdagangan Karbon

“Holding UMi menargetkan mereka yang sekarang ada di rentenir karena tidak efisien mereka membayar bunga sampai 500% setahun. Bagaimana jika mereka kita mudahkan aksesnya untuk masuk ke lembaga keuangan formal, maka mereka akan menambah margin,” kata Supari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/10/2022).

Berdasarkan riset yang dilakukan BRI, masih ada 5 juta usaha mikro yang dilayani rentenir dengan bunga tinggi, 7 juta usaha mikro meminjam ke keluarga dan kerabat, serta 18 juta usaha mikro yang belum tersentuh keuangan formal. Dengan demikian, sebanyak total 30 juta pelaku usaha tersebut akan menjadi target nasabah dari Holding BUMN UMi.

BACA JUGA: Kementerian BUMN Mulai Uji Coba Perdagangan Karbon 

Pada tahap selanjutnya, holding ini diproyeksikan mampu melayani total 45 juta nasabah. Supari menambahkan terdapat tiga strategi quick wins untuk menyukseskan target nasabah Holding BUMN UMi. 

Pertama, integrasi layanan antara BRI, Pegadaian, dan PNM melalui co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SENYUM). Hingga Agustus 2022, integrasi layanan ketiga entitas atau co-location melalui Gerai Senyum sudah mencapai 1.003 lokasi atau sudah lebih besar dari target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum. 

Tidak hanya itu, Nasabah PNM Mekaar yang kini bergabung sebagai AgenBRILink sudah mencapai lebih dari 44.000. Kedua, yakni tenaga pemasar yang aktif mendampingi dan mendorong pelaku usaha ultra mikro untuk meningkatkan skala bisnisnya. 

Adapun terdapat 66.000 tenaga pemasar yang dimiliki Holding BUMN UMi. 

“Kita lengkapi dengan bisnis proses digital. Mereka selalu ada di wilayah kerjanya tidak pergi ke kantor, terintegrasi dengan bisnis proses tiga entitas, namanya Senyum Mobile,” tuturnya. 

Senyum Mobile adalah platform yang berisi produk dan layanan dari tiga entitas Holding BUMN UMi dan bisa dijual oleh 66.000 tenaga pemasar tersebut. Supari melanjutkan strategi ketiga adalah BRI memiliki data yang sangat besar dari tiga entitas, yakni sebesar 25 juta, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan literasi pemberdayaan pelaku usaha tersebut.

Dengan solidnya pemberdayaan dari BRI di ultra mikro, diharapkan pula akan turut mendorong akselerasi pelaku usaha untuk naik kelas.

Related

award
SPSAwArDS