Hotel Bintang Tiga dan Restoran Pertama di IKN Mulai Dibangun

marketeers article
Groundbreaking BSH Community Hub. (FOTO: Setneg)

Pembangunan pusat pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu dibarengi dengan sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Beberapa fasilitas penunjang itu antara lain adalah perhotelan dan restoran.

PT Karya BSH Mandiri pun melihat kebutuhan itu dan mengakomodasinya dengan pembangunan hotel bintang tiga dan restoran di IKN. Developer properti itu menghadirkan hotel dan restoran sebagai bagian dari kawasan yang disebut dengan BSH Community Hub yang juga akan diramaikan oleh sejumlah fasilitas lainnya.

Dikutip dari website Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis (21/12/2023), kini pembangunan hotel dan restoran di BSH Community Hub itu pun telah mulai dilakukan. Peresmian pembangunan itu ditandai lewat seremonial groundbreaking yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Hutama Karya Raih 5 Kontrak Baru Proyek IKN Senilai Rp 4 Triliun

“Saya sangat menghargai pembangunan hotel dan juga restoran ini karena memang hotel yang bintang tiga belum ada, kemudian restoran juga belum ada,” kata Joko Widodo dalam seremonial groundbreaking BSH Community Hub, di Kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Melihat hal tersebut, ia menilai PT Karya BSH Mandiri mampu melihat peluang yang dapat diambil untuk berinvestasi di IKN. Oleh karenanya, ia berharap agar pembangunan hotel dan restoran tersebut mampu diselesaikan pada bulan Juli 2024.

“Saya berharap sebelum bulan Juli, hotel dan restorannya sudah jadi dan selesai bisa kita nikmati bersama-sama. Saya sangat menghargai pekerjaan yang supercepat itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Mendag Rayu Investor AS untuk Berinvestasi di IKN

Ia pun berharap nantinya BSH Hub Community dapat menjadi sebuah ruang berkumpul yang melengkapi fasilitas di Nusantara. Dengan begitu, fasilitas di IKN menjadi semakin lengkap untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat dan aparatur negara yang beraktivitas di IKN.

Di samping itu, ia juga menekankan pemerintah akan membebaskan sejumlah pajak, seperti PPN dan PPH bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) yang ingin berinvestasi di Nusantara. 

“Hal itu dilakukan untuk memberikan trigger ekonomi pada UMKM yang ingin melakukan investasi di IKN,” kata dia.

Dengan begitu, wilayah tersebut bisa menjadi kawasan yang juga berperan sebagai kawasan penggerak ekonomi terutama bagi pengusaha dalam negeri.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS