HPM: Beberapa Karakter Mobil Jadi Daya Tarik Konsumen Perempuan

marketeers article
Iliustrasi. 32% data kepemilikan mobil HPM terdaftar atas nama perempuan. (FOTO: 123rf)

Berdasarkan data kepemilikan mobil PT Honda Prospect Motor (HPM), sekitar 32% konsumen Honda yang terdaftar atas nama konsumen perempuan. Atas temuan ini, HPM menangkap beberapa tantangan yang menjadi pandangan para perempuan terhadap kepemilikan mobil. 

Menurut Yulian Karfili, PR & Digital Strategy Senior Manager PT Honda Prospect Motor (HPM), ada dua stereotipe yang terkait dengan konsumen perempuan. Pertama, mobil akan memberikan kesulitan lebih jika terjadi masalah di jalan. Hal lainnya adalah desain mobil lebih banyak yang terkesan maskulin sehingga lebih cocok untuk laki-laki. 

“Mengenai hal tersebut, kami selalu berusaha memberikan kemudahan dan perlindungan bagi setiap konsumen, dengan mobil yang lebih aman, reliabel, serta layanan purnajual yang siap membantu setiap konsumen, baik perempuan maupun laki-laki,” ujar pria yang akrab disapa Arfi kepada Marketeers.

Di samping itu, meskipun desain mobil tidak dirancang sesuai selera gender tertentu, menurutnya justru banyak konsumen perempuan yang juga menyukai desain mobil yang lebih gagah dan terkesan kuat karena dirasakan memberikan kesan lebih percaya diri dan rasa aman.

Terkait customer behavior, khususnya segmen perempuan di industri ini, menurut Arfi tidak ada perubahan perilaku dari masa sebelum dan sesudah pandemi. Secara umum, tidak terdapat perbedaan besar antara perilaku konsumen berdasarkan gender di Indonesia. 

BACA JUGA: HPM Sajikan Mobil Bekas Bersertifikasi untuk Pelanggan

“Kami melihat bahwa perempuan juga memilki kebutuhan yang sama dengan pria akan sebuah mobil, meskipun dalam beberapa hal karakter seperti safety, style, dan kenyamanan menjadi faktor yang dirasakan penting oleh konsumen perempuan,” katanya.

Meski begitu, ada hal yang menarik dari sisi kepemilikan mobil Honda yang telah terdata di HPM. Pada kenyataannya, segmen perempuan cukup memberikan kontribusi besar terhadap pembelian mobil Honda.

“Berdasarkan data kepemilikan, sekitar 32% konsumen Honda terdaftar atas nama konsumen perempuan. Meskipun demikian, kami yakin kontribusi tersebut lebih besar jika menyangkut keputusan pembelian mobil atau penggunaan aktual dari mobil itu sendiri,” tutup Arfi.

Perlu diperhatikan, ketika seorang perempuan membeli sebuah mobil, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertama, perempuan harus mempertimbangkan anggaran mereka dan memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini meliputi pertimbangan tentang harga, kualitas, ukuran, dan fitur mobil yang diinginkan.

BACA JUGA: HPM Siap Ukir Prestasi lewat HRI dengan Komposisi Pembalap Baru

Selain itu, perempuan harus mempertimbangkan keamanan mobil. Ini termasuk fitur keselamatan seperti rem anti-lock, sabuk pengaman, airbag, dan sistem pengereman darurat. Fitur-fitur ini sangat penting untuk menjamin keselamatan selama berkendara.

Perempuan juga harus mempertimbangkan kenyamanan mobil, terutama jika mereka menghabiskan banyak waktu di dalam mobil. Ini termasuk kursi yang nyaman, sistem audio yang baik, pendingin udara, dan sistem navigasi yang mudah digunakan.

Selain faktor-faktor tersebut, perempuan juga harus mempertimbangkan aspek praktis dari mobil seperti ruang penyimpanan, konsumsi bahan bakar, dan perawatan mobil. Hal ini akan membantu perempuan membuat keputusan yang tepat saat memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Saat membeli mobil, perempuan dapat melakukan penelitian lebih dulu untuk mengetahui mobil-mobil yang ada di pasaran dan melakukan test drive sebelum memutuskan membeli mobil tertentu. Perempuan juga dapat mencari saran dari orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti keluarga atau teman-teman yang telah memiliki pengalaman membeli mobil sebelumnya.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS