Hypefast Boyong 5 Brand Lokal ke Pasar Singapura

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
11 Juli 2022
marketeers article
Hypefast, house of brands berbasis teknologi mengumumkan kesuksesan mereka membawa lima brand lokal ke pasar Singapura. Ini merupakan langkah strategis mereka dalam memperkenalkan dan memamerkan kualitas produk Tanah Air.
Kelima merek lokal ini berpartisipasi dalam Mummy market Baby Fair 2022 untuk pertama kalinya. Festival ini merupakan salah satu pameran produk ibu dan anak terbesar di Asia Tenggara.
Brand lokal yang diboyong Hypefast antara lain BohoPanna, Bonnels, Letter in Pine, Sabine and Heem, dan Soleram. Mereka hadir di sana di bawah payung, Buiboo yang merupakan toko ritel modern dalam ekosistem end-to-end Hypefast.
“Keikutsertaan Buiboo bersama lima brand lokal di pameran ini adalah langkah awal serta upaya kami dalam membawa merek Indonesia ke pasar internasional. Salah satunya, Singapura,” ujar Achmad Alkatiri, Founder dan CEO Hypefast.
Kehadiran lima brand lokal di festival ini juga menjadi wujud dari komitmen Hypefast untuk mendorong pertumbuhan merek asli Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan partisipasi di pameran luar negeri, mereka dapat berkembang ke level berikutnya, termasuk merambah pasar global.
Buiboo serta kelima brand lokal ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Singapura. Hal ini terlihat dari total penjualan yang mencapai lebih dari 4.000 produk selama tiga hari.
“Respons dari masyarakat Singapura baik, mereka senang melihat kehadiran produk dengan kualitas yang dapat dibandingkan dengan produk Eropa dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Selain itu, gaya serta bahan seperti BohoPanna dinilai sangat cocok untuk warga dan cuaca di Singapura,” ujar Achmad.
Hal ini diamini oleh Devy Natalia, Founder BohoPanna. Antusiasme dari pelanggan di pameran ini diyakini makin membuktikan produk brand lokal Indonesia sudah bisa masuk dan bersaing di pasar internasional.
Sejak akhir tahun 2021, Hypefast sebenarnya sudah mulai berekspansi ke tiga negara, yakni Indonesia, Singapura, serta Malaysia. Mereka memberikan suntikan modal hingga lebih dari Rp 300 miliar, menyediakan tim ahli, dan ritel ekosistem yang terintegrasi. Dukungan ini termasuk juga membuka peluang bagi para merek untuk masuk ke pasar global.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related