Hyundai Sasar 7% Pangsa Pasar Mobil Listrik pada Tahun 2030

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
06 Maret 2022
marketeers article
Produsen mobil asal Korea Selatan Hyundai menargetkan raihan pangsa pasar mobil listrik global sebesar tujuh persen pada 2030 mendatang. Mereka juga mengungkap sasaran penjualan hingga 1,87 juta unit kendaraan elektrifikasi berbasis baterai pada kurun waktu yang sama.
Untuk mendukung target raihan pangsa pasar tersebut, Hyundai berencana mengeluarkan 17 model kendaraan elektrifikasi berbasis baterai hingga 2030 mendatang. Sembilan dari 17 model baru itu diantaranya terdiri dari model sedan maupun sport utility vehicle (SUV).
Hyundai telah meluncurkan salah satu model teranyarnya kepada konsumen pada tahun ini, yakni sedan IONIQ 6. Sementara pada tahun 2024 mendatang, pabrikan tersebut akan merilis kendaraan jenis SUV IONIQ 7 secara global.
“Bersamaan dengan upaya kami meningkatkan nilai jual produk mobil listrik, Hyundai Motor akan meneruskan bisnisnya secara berkelanjutan sebagai Mobility Solutions Provider. Upaya tersebut dilakukan dengan peningkatan teknologi baik dari segi perangkat produksi dan piranti lunak,” kata Chang Jaehoon, President dan CEO Hyundai Motors, dalam keterangan resminya pada pekan ini.
Akselerasi peningkatan produksi mobil listrik Hyundai demi capaian pangsa pasar global pada 2030, didukung pengembangan efisiensi dalam kegiatan manufaktur. Pengembangan itu dilakukan dalam fasilitas Hyundai Motor Global Innovation Center (HMGICS) di Singapura. Dari fasilitas tersebut, Hyundai merancang garis besar value chain mobilitasnya termasuk inovasi platform manufaktur berbasis human-centered di seluruh pabrikannya.
Platform tersebut diharapkan memberi pengaruh besar dalam efisiensi produksi Hyundai dengan sistem yang fleksibel, otomatisasi tingkat lanjut, serta digital twin technology. Rancangan tersebut diterapkan pada pabrik mereka di Korea Selatan, Republik Ceko, dan Indonesia yang sudah mulai beroperasi pada tahun ini.
Fasilitas perakitan kendaraan di Indonesia, juga akan berperan dalam peningkatan volume produksi mobil listrik Hyundai untuk mendukung target raihan pangsa pasar pada 2030 nanti. Rencananya, pabrik di Indonesia akan mulai menjadi basis produksi kendaraan elektrifikasi Hyundai pada paruh kedua tahun 2022 ini.
Dalam hal tingkat kompetitif dari segi teknologi piranti lunak, Hyundai telah menyiapkan investasi sebesar ₩ 12 triliun hingga tahun 2030 mendatang. Fokus pengembangan teknologi tersebut sudah mencakup penerapan fitur konektivitas kendaraan maupun fitur berkendara otonom.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related