Industry

Imbas COVID-19, Industri Perhiasan Alami Gangguan Penjualan

Photo Credits: 123rf

Pandemi COVID-19 membawa dampak yang tak terhindarkan bagi industri perhiasan. Data Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menunjukkan, terjadi penurunan produksi akibat permintaan pasar yang berkurang, baik lokal maupun ekspor.

Sejak Maret 2020, kegiatan ekspor produk perhiasan dari Indonesia berhenti total karena negara tujuan melakukan karantina atau lockdown dan menutup kantor mereka yang direncanakan terjadi hingga pertengahan April tahun ini.

“Beberapa komitmen pemesanan untuk buyer dari Amerika Serikat, dijadwalkan ulang pengirimannya hingga Juni, bahkan ada yang sampai September,” ujar Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (07/04/2020).

Sedangkan untuk pasar lokal, penjualan mendekati nol karena harga emas yang sangat tinggi hingga melampaui Rp800 ribu per gram dan beberapa pedagang emas juga sudah memilih untuk menutup toko.

Padahal sebelumnya, catatan Kemenperin menunjukkan, nilai ekspor perhiasan mencapai US$2,05 Miliar pada 2018. Sementara, pada Januari-Agustus 2019 telah menembus US$1,47 Miliar, naik dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$1,3 Miliar.

Adapun negara tujuan ekspor produk perhiasan nasional masih didominasi oleh Singapura, Swiss, Hongkong, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Italia yang mencapai 97% dari total ekspor.

Saat ini, menurut Gati, 30%-50% karyawan di pabrikan industri perhiasan yang merupakan anggota APPI masih bekerja, sementara sisanya diliburkan selama dua minggu sambil menunggu keadaan selanjutnya.

Adapun pabrik industri perhiasan yang masih beroperasi telah diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan, antara lain memberikan jarak kerja minimum satu meter antara pekerja yang satu dengan pekerja yang lain. Selain itu, dilakukan pengecekan suhu tubuh setiap karyawan yang masuk ke pabrik.

Karyawan juga wajib menggunakan masker di lingkungan pabrik. Untuk menjaga imunitas pekerjanya, perusahaan juga memberikan makanan sehat dan vitamin kepada setiap karyawan yang masih mengerjakan proses produksi.

MARKETEERS X








To Top