Imbas Kondisi Ekonomi yang Tak Pasti, Spotify Batasi Rekrutmen

profile photo reporter Maida Beryl S
MaidaBeryl S
17 Juni 2022
marketeers article
Spotify akan mengurangi perekrutan karyawan baru sebesar 25% (Sumber Gambar: 123rf.com)
Platform streaming musik Spotify dikabarkan akan mengurangi perekrutan karyawan baru sebesar 25%. Keputusan ini menjadi langkah yang diambil Spotify dalam menghadapi resesi yang dikhawatirkan akan meningkat.
Melansir artikel Bloomberg, perusahaan penyedia layanan audio on-demand tersebut telah melakukan penambahan jumlah karyawan dari 2000 karyawan pada tahun 2019 menjadi 6617 pada akhir tahun lalu. Dengan kondisi ekonomi saat ini, Spotify memutuskan untuk mengubah strategi perekrutannya sebagai respons adaptif perusahaan.
“Perusahaan akan tetap melakukan penambahan jumlah karyawan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, kami akan menyesuaikan rencana tersebut dengan mempertimbangkan faktor ekonomi makro yang terjadi,” ungkap Chief Executive Officer Spotify Daniel Ek mengutip dari artikel bloomberg.
Tak hanya Spotify, belakangan ini banyak perusahaan teknologi, terutama startup, yang melakukan pengurangan jumlah karyawan baik dengan memperlambat perekrutan atau PHK imbas dari resesi yang terjadi. Mengutip pernyataan pengamat industri startup Ignatius Untung mengenai fenomena ini, ketakutan akan resesi yang tidak menentu membuat perusahaan memilih untuk melakukan efisiensi. Efisiensi ini dilakukan untuk menjaga kondisi finansial perusahaan agar tetap sehat. Salah satu langkah efisiensi yang bisa dipilih perusahaan adalah dengan mengurangi jumlah karyawan. 
Chief Financial Officer Spotify Paul Vogel memberikan alasan kebijakan ini diambil. Melansir artikel the verge, dalam pemaparan kinerja keuangan Spotify baru-baru ini Vogel mengatakan bahwa kesadaran Spotify akan peningkatan ketidakpastian ekonomi global membuat perusahaan semakin lebih mencermati langkah bisnis yang diambil.
“Kami jelas menyadari meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Sementara ini, kami belum melihat dampak material apa pun terhadap keadaan bisnis kami. Spotify ajan terus mencermati situasi dan mengevaluasi pertumbuhan jumlah karyawan kami dalam waktu dekat,” ungkap Vogel dikutip dari artikel the verge.
Sampai saat ini, masih belum diketahui secara jelas bagaimana rincian perlambatan rekrutmen karyawan  baru sebesar 25% yang akan Spotify lakukan ini dan bagian mana yang akan paling terpengaruh. Namun, Spotify memastikan bahwa akan terus melakukan penambahan jumlah karyawan dan mengupayakan adanya pertumbuhan, hany​​a saja prosesnya tidak akan dilakukan secepat dan semasif sebelumnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related