IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Dunia 3,1% pada 2024

marketeers article
IMF. (FOTO: 123rf)

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,1%. Proyeksi tersebut naik dua persepuluh poin persentase dari perkiraan bulan Oktober 2023 dan memperkirakan pertumbuhan tidak berubah sebesar 3,2% pada tahun 2025.

Kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menjelaskan prospek perekonomian Amerika Serikat (AS) dan Cina pun tumbuh positif sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia. Pelonggaran kebijakan fiskal diperkirakan terjadi lebih cepat dari perkiraan.

BACA JUGA: Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Percepat Penyaluran KUR

“Perekonomian global terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan inflasi yang terus menurun dan pertumbuhan yang bertahan. Peluang terjadinya soft landing telah meningkat,” kata Gourinchas dilansir dari Reuters, Rabu (31/1/2024).

Kendati demikian, Gourinchas memperingatkan ekspansi akan berjalan lambat dengan risiko yang masih tetap ada. Adapun beberapa risiko yang masih mengancam perekonomian dunia di antaranya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan serangan di Laut Merah sehingga mengganggu harga komoditas dan rantai pasokan.

BACA JUGA: Imbas Krisis Iklim, Pertumbuhan Ekonomi RI Terancam Turun 1,24%

Tidak hanya itu, penundaan penurunan suku bunga dan tahun politik di berbagai negara dapat memacu terjadinya inflasi yang tinggi. IMF memproyeksi perbaikan prospek ini didukung oleh belanja swasta dan publik yang lebih kuat meskipun kondisi moneter sedang ketat, serta peningkatan partisipasi angkatan kerja.

“Perdagangan global diperkirakan akan meningkat sebesar 3,3% pada tahun 2024 dan 3,6% pada tahun 2025, jauh di bawah rata-rata historis sebesar 4,9%, dengan kenaikan yang terbebani oleh ribuan pembatasan perdagangan baru,” ujarnya.

Gourinchas menyebut negara-negara maju akan mengalami inflasi rata-rata sebesar 2,6%, turun empat persepuluh poin persentase dari perkiraan bulan Oktober, dengan inflasi yang ditetapkan untuk mencapai target bank sentral sebesar 2% pada tahun 2025. Sebaliknya, inflasi akan mencapai rata-rata 8,1% di negara-negara emerging market dan negara berkembang.

“Untuk rata-rata harga minyak dunia akan turun 2,3% pada tahun 2024, dibandingkan penurunan 0,7% yang diperkirakan pada bulan Oktober 2023 dan harga diperkirakan akan turun 4,8% pada tahun 2025,” tuturnya.

Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS