Lifestyle & Entertainment

Indonesia Art Project Tantang Seniman Lokal Berkompetisi NFT

Ilustrasi: 123RF

Kehadiran non-fungible token (NFT) membuka berbagai peluang dan membawa dampak yang menguntungkan bagi seniman dan kreator dunia, juga di Indonesia. Lewat ekosistem NFT, kini mereka bisa memonetisasi hasil karyanya. Melihat hal ini, Solana Indonesia dan Pintu menggelar Indonesia Art Project.

Di launchpad yang ditujukan untuk artis lokal ini, para artis dapat memamerkan karyanya kepada khalayak global dengan NFT di Solana. Menariknya, perusahaan telah menyiapkan hadiah dengan total nilai Rp 1 miliar bagi mereka yang terpilih. 

Indonesia Art Project telah berlangsung sejak 30 November hingga 27 Desember 2021. Pada kompetisi ini, kreator dan seniman dapat mengirimkan hasil karya seni yang nantinya dapat dinikmati oleh khalayak global dengan NFT di Solana. Program ini didukung oleh blockchain Solana yang cepat dan memiliki skalabilitas tinggi serta fee yang rendah. 

“Karya seni digital selalu menjadi bagian signifikan dari budaya Indonesia. Kita memiliki banyak seniman berbakat yang tidak terekspos dan diapresiasi dengan baik. Dengan teknologi blockchain, kami percaya bahwa seniman mampu mengekspresikan karya mereka ke audiens global dalam bentuk karya seni  digital (NFT) dan mendapatkan imbalan berupa aset crypto,” kata Timothius Martin, CMO Pintu.

Mattew Beck, partner di Solana Venture pun mengiyakan penyataan tersebut. Mattew menambahkan bahwa blockchain, terutama di Solana, tidak mengenal batas dan sudah memberikan bukti bahwa dari manapun asalmu, komunitas global selalu ada untuk mendukung. 

Sebagai bentuk dukungan, Solana Foundation bekerja sama dengan beberapa mitra lokal maupun internasional seperti Serum, FTX, Metaplex, Magic Eden, Pintu, USS FEED, Eizper Chain, Project SEED, Coinvestasi, seniman NFT Indonesia: Izzy, NFT whale dan peminat crypto Chef Arnold Poernomo.

The Latest

To Top