Inflasi Paksa KFC Rilis Menu dari Ceker Ayam bagi Pelanggan di Cina

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
02 Agustus 2022
marketeers article
Ilustrasi logo KFC di Cina, yang mulai tawarkan menu dari ceker ayam akibat inflasi. (FOTO: 123RF)
Jenama makanan cepat saji KFC menawarkan menu berbahan ceker atau bagian kaki ayam bagi pelanggan mereka di Cina. Kemunculan menu berbahan ceker ayam tersebut tidak semata didorong oleh keinginan maupun selera pembeli di negara tersebut. Hal itu sebagai salah satu upaya KFC di Cina menekan pengeluaran di tengah kenaikan berbagai harga komoditas.
Salah satu faktor yang mendorong KFC di Cina sampai harus menyediakan menu berbahan ceker ayam bagi pelanggan, adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dampak langsung dari melonjaknya harga BBM di Cina, berpengaruh pada kenaikan ongkos transportasi. Oleh karena itu, KFC memanfaatkan setiap bagian ayam yang bisa diolah untuk meningkatkan angka penjualan.
“Upaya kami dalam mengatasi kenaikan harga berbagai macam komoditas adalah dengan memanfaatkan setiap bagian dari ayam yang disuplai kepada kami. Selain daripada bulunya, tentu saja,” kata Joey Wat, CEO Yum China sebagai pemegang merek KFC di Cina, dalam wawancara yang dilansir Marketeers dari laman CNN pada Senin (1/8/2022).
Meski begitu, menu berbahan ceker ayam dari KFC untuk pelanggan di penjuru wilayah Cina mendapat sambutan baik. Pasalnya, masyarakat setempat sedari lama mempertanyakan mengapa KFC enggan menjual hidangan berbahan kaki ayam tersebut. Walaupun, masyarakat lokal sudah familier dan mengenal berbagai macam hidangan dengan bahan utama berupa ceker ayam.
Yum China menyebut baru saja melalui salah satu periode kuartal tersulit selama menjalankan operasi restoran cepat saji KFC di Cina. Wat, dalam wawancara yang sama mencatat angka penjualan pada outlet yang setidaknya sudah beroperasi selama setahun menurun hingga 16%, dibandingkan kurun waktu serupa tahun lalu. Terlepas ada kenaikan permintaan layanan pesan antar makanan sebesar 8% secara year-on-year.
Langkah pemangkasan biaya operasional KFC Cina masih akan berlanjut, selain dengan optimalisasi bahan baku seperti ceker ayam tersebut. Wat membuka kemungkinan melakukan berbagai upaya seperti memangkas alokasi dana untuk beriklan hingga mengajukan keringanan biaya sewa. Namun, Yum China secara tegas menghindari langkah pengurangan tenaga kerja.
KFC merupakan salah satu merek yang operasinya dinaungi oleh Yum China dalam wilayah negara terbesar kawasan Asia Timur itu. Mereka juga mengelola operasi waralaba restoran cepat saji lain asal Amerika Serikat seperti Pizza Hut dan Taco Bell. Yum China menyebut belum akan menurunkan target membuka hingga 1.200 outlet baru untuk ketiga merek restoran itu di seluruh Cina hingga akhir tahun 2022 ini.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related