Industry

Ini Cara Jitu Bangun Brand di Hati Pelanggan

Sumber: 123rf

Dalam memulai sebuah bisnis, ide produk harus dibarengi dengan kerja keras dan strategi marketing yang baik dan menarik. Bagaimana caranya?

Yeni Fitri Rohmalinda, Business Analyst MarkPlus Institute menjelaskan pelaku bisnis harus memperhatikan PDB Triangle, yaitu Positioning, Differentiation, dan Brand. Positioning adalah baaimana pandangan atau persepsi yang ada di benak pelanggan atas produk, merek ataupun perusahaan. Di titik ini, brand memulai posisinya untuk masuk ke kehidupan pelanggan dan memenuhi ekspektasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Positioning menentukan keberhasilan riset pasar yang telah dilakukan saat ide pembuatan brand diimplementasikan. Di sini, brand atau perusahaan harus mengkomunikasikan brandnya dengan baik kepada pelanggan sehingga akan terbangun langkah awal dari awareness,” katanya di acara Campus Marketeers iClub Constructing Marketing DNA, Rabu (06/05/2020).

Apa saja pesan yang dapat disampaikan saat positioning? Di sini, brand bisa memberi tahu targeted segments, brand, frame of reference, point of differentiation, dan competitive edge yang dimilikinya.

Yeni menjadikan Gulaku sebagai contoh brand dengan positioning yang dinilai berhasil. Produk sembako ini dalam salah satu iklannya menjelaskan secara rinci mengenai target pasarnyanya yang berada di segmen ibu rumah tangga dengan brand bernama Gulaku, jenis produk bahan pokok gula, dan pesan point of differentiation dan competitive edge berupa klaim dibuat dari tebu alami berkualitas yang diproses dengan standard produksi berkualitas tinggi.

Selanjutnya, brand harus melakukan Differentiation. Di sini, brand harus mengkomunikasikan hal khas yang dimilikinya, nilai tambah yang ditawarkan, dan bagaimana nilai tambah itu diberikan kepada pelanggan.

“Ada aspek content, context, dan infrastructure yang membangun tahapan ini. Content berupa aspek yang ditawarkan, context berupa bagaimana hal yang ditawarkan itu diberikan, dan infrastructure berupa kanal pemberian hal yang ditawarkan tersebut,” jelasnya.

Misalnya, adalah ritel restoran cepat saji McDonald’s. Perusahaan ini memiliki konten berupa menu unik berdasarkan negara pelanggan dengan context yang menawarkan suasana family friendly dan pelayanan yang cepat. Untuk memenuhi dua aspek ini, McDonald’s memiliki lebih dari 38 ribu franchise dan memanfatkan teknologi untuk mempercepat transaksi.

“McDonald’s melakukan positioning dengan mengenalkan brandnya lewat slogan I’m Lovin’ It, lalu diteruskan dengan differentiation yang memiliki content, context, dan infrastructure mumpuni. Akhirnya, McDonald’s berhasil membangun brand identity dan brand image yang kuat; tidak hanya dikenal oleh pelanggan (aware) tapi juga digandrungi (loyal),” katanya.

Campus Marketeers  iClub Constructing Marketing DNA merupakan event pertama dari rangkaian event virtual hasil kerja sama Marketeers dan MarkPlus Institute untuk mahasiswa di Indonesia yang memiliki passion terhadap Marketing. Melengkapi event ini, Marketeers juga akan menggelar Marketeers Hangout pada 17-18 Juni 2020, sebuah event virtual yang membahas marketing, kreatif, karir, hingga gaya hidup yang menawarkan paket bundling dengan keanggotaan Campus Marketeers iClub seharga Rp 100 ribu. Lebih lengkap mengenai Marketeers Hangout, bisa hubungi Woro di +62 896-6961-0750

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top