Inovasi Qoala untuk Optimalkan Potensi Pasar Asuransi

marketeers article

Qoala mengklaim meraih pendapatan premi senilai Rp 50 miliar sepanjang tahun 2020. Pendapatan tersebut berkat  tumbuhnya jaringan asuransi mereka dengan tenaga pemasar yang disebut Mitra Qoala Plus hingga 10.000 orang.

Sejak diperkenalkan di Jakarta pada awal tahun lalu, Qoala Plus kini telah berekspansi ke Bandung dan Surabaya. VP Offline Business Qoala Sugeng Purnomo mngungkapkan dari keseluruhan pendapatan yang dikumpulkan Qoala Plus tahun lalu, Bandung menyumbangkan sekitar Rp 4 miliar.

Hal ini cukup menarik, pasalnya meski kantor cabang Bandung telah hadir pada Maret 2020. Namun, kantor tersebut tidak beroperasi lantaran adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Juni 2020.

“Tantangan terbesar saat itu adalah daya beli masyarakat untuk asuransi yang terdampak pandemi COVID-19. Tapi, Bandung berhasil menyumbang Rp 4 miliar. Kami berharap ke depannya Qoala Plus bisa memberikan akses produk asuransi yang lebih luas bagi warga Jawa Barat,” tutur Sugeng.

Pria yang akrab disapa Ipung itu menambahkan Qoala Plus optimistis Bandung dapat mencatatkan peningkatan pendapatan premi hingga Rp 12 miliar atau tiga kali lipat dari tahun 2020. Diharapkan akan ada lebih banyak mitra Qoala Plus yang bergabung.

Regional Business Manager Qoala untuk Jawa Barat Adi Firman Huda mengungkapkan keyakinan yang sama. Ia percaya bahwa target yang ditetapkan untuk Bandung dapat tercapai. Pasalnya, Bandung memiliki potensi besar untuk pemasaran produk asuransi.

Adi menuturkan produk asuransi yang diminati konsumen di Bandung bersifat ritel. Beberapa di antaranya asuransi untuk kendaraan bermotor serta asuransi properti skala kecil dan menengah. Untuk mendapatkan kepercayaan mitra dan konsumen, ia menjelaskan bahwa kuncinya adalah pelayanan baik, proses klaim mudah, serta sistem keamanan data yang canggih.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Related

award
SPSAwArDS