Investasi UKM Tembus Rp 318,6 Triliun, Serap 7,6 Juta Pekerja

marketeers article
UKM binaan PT Pertamina (Persero). Sumber gambar: Humas Pertamina

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan sepanjang tahun 2022 investasi yang masuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) mencapai Rp 318,6 triliun. Dari jumlah tersebut mampu menyerap 7,6 juta pekerja.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM mengatakan secara terperinci serapan pekerja di sektor usaha mikro mendominasi dengan jumlah 5,57 juta orang. Sementara itu, usaha kecil sebanyak 2,03 juta pekerja.

Dia bilang kesuksesan usaha kerakyatan mendapatkan investasi tak lepas dari program pemerintah yang mendorong adanya legalitas berusaha. Tercatat, sepanjang tahun lalu BKPM telah menerbitkan sebanyak 1,89 juta nomor induk berusaha (NIB) di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Kembangkan Vaksin DBD, RI Jajaki Peluang Investasi Perusahaan Jepang

“Sebagian besar investasi yang masuk di sektor UKM bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak Rp 106,8 triliun. Kemudian, jasa lainnya sebanyak Rp 58,7 triliun, konstruksi Rp 58,1 triliun, serta hotel dan restoran Rp 25,8 triliun. Terakhir adalah sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan investasi Rp 12,6 triliun,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual di Jakarta, dikutip Rabu (25/1/2023).

Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi favorit para investor menanamkan modalnya di sektor UKM. Tercatat, di wilayah itu sebanyak Rp 55,2 triliun investasi masuk pada sektor usaha kerakyatan.

Selanjutnya, Jawa Timur menempati urutan kedua dengan nilai investasi Rp 38,7 triliun. Di peringkat ketiga DKI Jakarta yang disusul oleh Jawa Tengah dan Banten. 

BACA JUGA: Bahlil Optimistis Investasi BASF Senilai US$ 2,6 Miliar Segera Terealisasi

Masing-masing investasinya sebanyak Rp 37,8 triliun, Rp 23,9 triliun, dan Rp 20,3 triliun. Bahlil menyebut, jika total nilai investasi dibagi rata untuk 1,8 juta UKM penerima NIB, maka setidaknya satu UKM mendapatkan modal sebesar Rp 162 juta. Dengan begitu, kontribusi usaha kerakyatan menopang pertumbuhan ekonomi sangat besar.

“Untuk total investasinya di sektor usaha mikro mencapai Rp 132,7 triliun atau setara 41,6% dari total investasi UKM. Kemudian, usaha kecil sebesar Rp 185,9 triliun atau setara 58,4%,” tuturnya.

Related

award
SPSAwArDS