Investor Aset Kripto Didominasi Anak Muda, Cuma FOMO?

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
01 Juli 2022
marketeers article
Investor Aset Kripto Didominasi Anak Muda, Cuma FOMO? (FOTO: 123rf)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis laporan terbaru soal demografi investor aset kripto di Indonesia. Menariknya, usia muda mendominasi jumlah investor dari total 14,1 juta pelanggan per Mei 2022.
Dalam laporan Kemendag, demografi investor kripto didominasi kelompok usia 18–24 tahun (32%), kelompok 25–30 tahun (30%), dan kelompok 31–35 tahun (16%). Adapun berdasarkan kelompok profesi, persentase karyawan swasta mendominasi sebesar 28%, wiraswasta 23% dan pelajar/mahasiswa 18%.
Menyikapi pertumbuhan investor muda yang mendominasi di instrumen kripto, butuh edukasi yang tepat untuk mendapatkan kualitas dan pertumbuhan industri yang sehat. Adytia Raflein, VP Marketing Tokocrypto mengatakan, generasi muda lebih cenderung menjadi investor kripto dan investasi paling populer di kalangan milenium (usia 26-41 tahun).
Adytia melihat dibandingkan dengan yang lain, investor yang lebih muda berpikir bahwa aset kripto akan memberikan pengembalian investasi terbaik selama dekade berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan memahami aset kripto secara menyeluruh sebelum berinvestasi.
“Investor Milenial, Gen X dan Gen Z kemungkinan besar memiliki aset kripto. Namun, melihat secara umum mereka yang berusia muda masih sekadar ikuti-ikutan atau termakan FOMO untuk berinvestasi aset kripto. Jadi ada sebagian dari mereka yang kurang nyaman dengan volatilitas kripto. Sementara, sebagian besar lain bersikap optimis dan lebih agresif berinvestasi dalam aset berisiko daripada rekan-rekan mereka,” kata Adytia,, Jumat (1/7/2022).
Melihat pola perilaku investor muda di aset kripto tersebut, Adytia menekankan perlu edukasi yang inklusif dan berkelanjutan untuk memberikan gambaran luas terkait investasi aset berisiko ini. Padahal, memiliki pengetahuan yang baik bisa membuat perencanaan investasi yang jelas dan terukur.
“Bagi investor muda, pahami profil risiko mereka dahulu. Pastikan hanya berinvestasi sebanyak yang mereka mampu dan tidak berharap dapat keuntungan yang cepat dengan mudah. Untuk membatasi risiko, tidak boleh menginvestasikan semua tabungan dalam kepemilikan kripto, sebagai gantinya, harus mendiversifikasi portofolio investasi,” ujarnya.
Kemudian, tidak disarankan untuk menginvestasikan semua dana hanya dalam satu jenis aset kripto. Investor muda memiliki lebih banyak waktu untuk mencoba aset baru dan mendapatkan pengalaman dalam berinvestasi. Kripto dapat membuat investasi alternatif untuk generasi muda dalam jangka panjang, karena cenderung tetap kuat dan melewati setiap krisis keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.
“Investasi aset kripto dinilai masih potensial meski sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, edukasi kepada investor secara luas menjadi kunci guna menjaga kesinambungan industri kripto ke depannya,” tutur Adytia.

Related