JAC: Perawatan Penampilan Nonbedah Semakin Diminati

marketeers article

Industri kecantikan telah menyentuh pasar yang lebih luas seiiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Nilai pasar ini pun terus berkembang dari waktu ke waktu. Pada tahun 2015, menurut Kementerian Perindustrian nilai pasar produk kosmetik di negara ini mencapai Rp 64 triliun. Angka ini belum menghitung pengeluaran yang terkait dengan kecantikan, seperti perawatan kulit, wajah, dan lainnya. Artinya, nilai industri kecantikan bisa lebih besar lagi.

Data lain menyebutkan bahwa negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, punya kontribusi hingga 51% terhadap industri kecantikan global. Survei yang dilansir oleh Euromonitor International tahun 2016 ini juga menyebutkan bahwa negara ini akan menjadi salah satu pasar utama di industri kecantikan pada tahun 2019.

Prediksi tersebut memang sangat berdasar mengingat tren perawatan penampilan yang berkembang sekarang ini. Tidak saja oleh kaum perempuan, para pria pun semakin memperhatikan penampilan mereka. Ada beberapa prosedur estetika yang paling banyak dilakukan orang, yakni soft tissue filler, botox, skin tightening, dan slimming program.  

“Masyarakat Indonesia sudah berbeda dan berubah, sekarang cantik luar dalam itu seperti satu paket yang penting. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin tingginya tingkat permintaan estetika bedah dan nonbedah dari tahun ke tahun,” kata dr. Olivia Ong, dipl. AAAM, Founder Jakarta Aesthethic Clinic (JAC).

Ia menambahkan, konsumen kecantikan kini juga lebih pintar lantaran semakin banyak yang memilih prosedur perawatan kecantikan nonbedah. Selain karena alasan efisiensi waktu, tingkat keamannya juga lebih terjamin. Pasien yang datang ke klinik estetika nonbedah saat ini sudah bukan lagi para wanita yang telah berumur 35 tahun ke atas, tetapi juga para wanita muda yang berusia 20 tahun. “Kaum pria saat ini juga sudah mulai tertarik untuk melakukan prosedur estetika nonbedah tersebut,” tambah Olivia.

Hal ini juga ditunjang oleh perkembangan teknologi di Indonesia yang tidak ketinggalan jika dibandingkan dengan di luar negeri seperti di Korea, bahkan negara Eropa atau Amerika sekalipun.  “Karenanya, masyarakat kini mulai mempercayakan wajahnya pada perawatan dengan prosedur nonbedah seperti misalnya soft tissue filler, botox dan skin tightening,” tambah Olivia.

Tren pemilihan perawatan nonbedah ini bisa terlihat dari peningkatan jumlah pasien di klinik JAC. Sejak awal praktik tahun 2008 hingga sekarang ini, sudah ada 5 ribu pasien yang ditangani oleh Olivia dan timnya di JAC. Tahun lalu, untuk mengantisipasi peningkatan pasien, JAC menempati lokasi baru di Jalan Gunawarman,  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk memberikan hasil yang berkualitas dan memuaskan konsumen, Olivia sangat memperhatikan kemampuan timnya. Para dokter di JAC memiliki skill yang tinggi dengan pengetahuan anatomi wajah manusia yang dalam dan kompleks. “Dokter-dokter di JAC mampu melihat wajah pasien dari berbagai angle dan ekspresi, sesi konsultasi dan terapi dilakukan dengan pendekatan secara keseluruhan bukan per bagian saja untuk menciptakan tampilan wajah yang natural elegant dan flawless,” pungkas Olivia.

Related

award
SPSAwArDS