Opinion

Jay Rao Ungkap Cara Menemukan Ide Baru Lewat Proses Kreativitas

Ilustrasi: 123RF

Banyak sekali hal yang sebetulnya berasal dari hasil copycat atau hasil adopsi dari konsep yang sudah ada sebelumnya. Tidak semua hal baru murni lahir dari buah pemikiran yang baru. Ide baru bisa berasal dari ide atau konsep yang sudah ada sebelumnya.

“Contohnya, perusahaan penerbangan Pacific Southwest yang meniru perusahaan maskapai low-cost yang telah ada sebelumnya, Disneyland pertama di California yang meniru konsep dan layout dari Tivoli Garden di Denmark yang telah berdiri sejak 1843, bahkan hingga kisah percintaan romantis paling populer di dunia memiliki riwayat mengadopsi kisah yang terlebih dahulu hadir,” kata Jay Rao, Professor, Strategy & Innovation Dept. of Operations and Information Management, Babson Executive Education Program dalam Jakarta CMO Club pada Senin (9/8/2021).

Seperti yang semuanya ketahui bahwa kisah percintaan romantis paling populer di dunia adalah Romeo & Juliet yang menduduki popularitasnya pada tahun 1591-1595. Namun sayangnya, cerita ini juga mengadopsi konsep cerita dari cerita percintaan di tahun-tahun sebelumnya.

“Kisah Hamlet yang populer tahun 1599-1602, Macbeth pada tahun 1599-1606, Kisah King Lear pada tahun 1603-1606, dan kisah Merchant of Venice di tahun 1596-1599. Semua rentetan kisah percintaan romantis ini merupakan cerita yang tidak benar-benar murni diciptkan oleh para penulisnya atau dengan kata lain copycat,” ungkap Jay Rao.

Mengacu beberapa contoh kasus yang telah dipaparkan oleh Rao, dapat disimpulkan bahwa banyak karya dan ide kreatif yang diawali dari proses mengadopsi konsep yang telah ada sebelumnya. Kemudian ide kreatif ini dikembangkan kembali menjadi sebuah ide baru atau dapat dikatakan sebagai sebuah innovasi.

Proses berpikir hingga muncul ide kreatif dan innovasi menurut Rao terbagi ke dalam beberapa langkah, antara lain diawali dengan questioning, observing, and listening, kemudian networking among devisers, lalu menuju ke associative thinking.  Associative thinking yang dipadukan juga dengan experimenting, maka akan terbentuk new ideas. 

“Saya punya penelitian, yaitu The Innovator’s DNA that Generates New Ideas. Scientist, Inventors, Innovators, Entrepreneurs,  mereka punya skill, mindset, and behavior. Lalu, ditambah dengan proses berpikir, hingga akhirnya muncul new ideas,” kata Rao.

Rao juga mengutip kalimat dari beberapa tokoh, kutipan tersebut antara lain stop being an original, copy the master, you’ll become even more creative; copying is starting point for creativity; dan jika kamu ingin berhasil (berinnovasi maka) please steal and copy LEGALLY. Ketiga kutipan ini Rao sampaikan untuk memacu semangat dalam berinnovasi bagi para entrepreneur muda yang ingin menciptakan ide-ide kreatif dan baru.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top