Jelang Idul Adha, Pedagang Keluhkan Harga Melambung

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
22 Juni 2022
marketeers article
Ilustrasi pedagang pasar, sumber gambar: 123rf
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengeluhkan harga komoditas yang terus melabung akhir-akhir ini. Mereka mendesak pemerintah untuk segera turun tangan melakukan stabilisasi harga, khususnya menjelang perayaan Idul Adha yang akan jatuh pada 9 Juli 2022.
Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKAPPI mendesak Kementrian Perdagangan RI dan Kementrian Pertanian RI untuk melakukan kolaborasi bersama-sama dengan Badan Pangan Nasional (BPN) dan semua pihak stakeholder yang ada di dalamnya untuk memastikan produksi dan stok cukup pada periode kuartal ini. Pasalnya, harga komoditas seluruh negara terpantau cukup tinggi dan negara produsen cenderung menahan komoditas strategis yang untuk di ekspor ke luar negeri termasuk Indonesia.
“Menghadapi Idul Adha kami mencatat beberapa komoditas cukup tinggi di Jabodetabek dan beberapa daerah lain, seperti cabai rawit yang tembus diharga Rp 110.000 per kilogram (kg), cabai merah keriting mencapai Rp 90.000 per kg, dan cabai merah besar TW Rp 85.000 per kg. Selain itu, bawang merah tembus Rp 60.000 per kg, ayam di kisaran Rp 40.000. Kemudian telur mencapai harga tertinggi Rp 29.000 per kg dan beberapa komoditas lain,” ujar Reynaldi melalui keterangannya, Rabu (22/6/2022).
IKAPPI meminta masing-masing kementerian untuk tidak saling menyalahkan dengan adanya kenaikan harga tersebut. Para pedagang justru mendesak mereka bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau.
Koordiasi yang baik antara kementerian dan lembaga sangat diperlukan guna memastikan stok barang dalam kondisi aman. Tak hanya itu, Reynaldi juga meminta pemerintah untuk memastikan distribusi barang di pasar-pasar tradisional berjalan dengan baik.
“Kami meminta kepada pemerintah untuk membantu subsidi distribusi dari wilayah-wilayah yang surplus ke wilayah-wilayah yang kebutuhan konsumsinya cukup besar. Termasuk juga omzet pedagang yang turun drastis serta daya beli masyarakat yang menurun agar menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Di sisi lain, untuk menurunkan harga, Reynaldi mendorong pemerintah melakukan pemangkasan rantai distribusi barang dan jasa. Upaya ini harus dilakukan dari tingkat hulu hingga tingkat konsumen sehingga barang yang dijual dapat lebih murah.
“Kami juga meminta kepada pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan memulai pemangkasan rantai distribusi yang cukup panjang. Sebab, ini berdampak sangat signfikan kepada harga komoditas pangan di pasar,” tandasnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related