Jelang Nataru 2022, RI Kedatangan 5.000 Ton Beras Impor Vietnam

marketeers article
Budi Waseso, Direktur Utama Perun Bulog dan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan menerima impor beras dari Vietnam. Sumber gambar: Humas Perum Bulog.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menerima kedatangan 5.000 ton beras impor dari Vietnam. Beras itu rencananya akan digunakan untuk meredam lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, stabilitas harga beras di pasaran dapat dijaga dengan bertambahnya stok cadangan beras pemerintah (CBP). Dijadwalkan hingga akhir Desember 2022 akan masuk sebanyak 200 ribu ton beras impor guna menambah cadangan pasokan beras di 14 titik.

Titik kedatangan beras impor ini berada di Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe Aceh, Belawan Medan, Dumai Riau, Teluk Bayur Padang, Boom Baru Palembang, Pelabuhan Panjang Lampung, Tanjung Priok Jakarta, dan Merak Banten. Sedangkan di wilayah Timur Indonesia dimulai dari Tanjung Perak Surabaya, serta Pelabuhan Tenau Kupang. Kemudian sisanya akan direalisasikan tahun depan sampai dengan sebelum panen raya.

BACA JUGA: CIPS: Impor Beras Bantu Jaga Persediaan di Tengah Krisis Iklim

Alhamdulillah hari ini Bulog mendapat tambahan stok CBP sebanyak 10.000 ton untuk kapal impor perdana dari Vietnam yang baru tiba 5.000 ton di Tanjung Priok. Untuk yang 5.000 akan tiba di Pelabuhan merak dan secara terus menerus akan bertambah karena sudah banyak kapal impor dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar yang sudah antre akan bersandar,” kata sosok yang karib disapa Buwas melalui keterangannya, Jumat (16/12/2022).

Menurutnya, upaya pengadaan beras dari luar negeri semata-mata untuk memperkuat cadangan beras nasional. Kebijakan yang diambil ini tidak akan mengganggu beras petani karena hanya dipergunakan pada kondisi tertentu. “Seperti penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan, dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Bulog Jamin Pasokan Beras Nasional dengan Harga Terjangkau

Sementara itu, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan RI menambahkan, jumlah beras yang akan diimpor adalah sebanyak 500 ribu ton yang akan masuk secara bertahap sampai dengan Februari atau sebelum panen raya. Dia bilang, impor beras ini bukan keinginan Bulog, melainkan hasil keputusan dua kali rapat koordinasi terbatas (Rakortas) dalam rangka penambahan stok cadangan beras pemerintah guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Sebenarnya tidak ada yang ingin impor jika stoknya cukup, tetapi beberapa bulan terakhir harga beras meroket dan stok Bulog untuk operasi pasar makin berkurang. Sehingga dibutuhkan segera stok dari luar negeri untuk meredam kenaikan harga beras ini” kata Zulkifli Hasan.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS