Johnson & Johnson Mulai Uji Klinis Fase 3 Kandidat Vaksin COVID-19

marketeers article

Vaksin COVID-19 terus berusaha diciptakan oleh sejumlah pelaku industri farmasi global. Johnson & Johnson menjadi satu dari sejumlah perusahaan yang ikut dalam perlombaan ini. Dilaporkan kepada Marketeers melalui pernyataan tertulis, vaksin yang dikembangkan oleh anak perusahaannya, Janssen Pharmaceutical Companies telah mencapai uji coba fase tiga untuk kandidat vaksin COVID-19.

Dijelaskan oleh Alex Gorsky, Chairman & CEO Johnson & Johnson, pengembangan fase tiga menggunakan metode uji klinis acak. Uji coba ini dilakukan pada 60 ribu orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, termasuk representasi dari golongan usia 60 tahun ke atas.

Untuk mengevaluasi efektivitas vaksin, Jenssen melakukan uji klinis di negara yang memiliki kasus COVID-19 tinggi seperti di Argetina, Brazil, Chili, Kolombia, Meksiko, termasuk Amerika Serikat.

“Dampak COVID-19 terus memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dengan melangkahnya uji klinis ENSEMBLE Fase 3 ini kami berpacu dengan waktu untuk menemukan hasil terbaik yang akan menjadi vaksin terhadap virus,” katanya

Dalam pengembangan vaksin COVID-19, Janssen menmanfaakan teknologi AdVac yang telah dikembangkan sebelumnya oleh Johnson & Johnson. Sebelumnya, teknologi ini juga digunakan untuk memproduksi vaksin Ebola dan digunakan unutk pembuatan kandidat vaksin Zika, RSV, dan HIV.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

Related

award
SPSAwArDS