Lampaui Prediksi, HP Kantongi Pendapatan US $ 12,8 Miliar

marketeers article
Ilustrasi logo HP. (FOTO: 123RF)

Hewlett-Packard atau HP Inc mencatatkan pendapatan yang melampaui perkiraan Wall Street dengan mengantongi revenue senilai US$ 12,8 miliar pada kuartal kedua 2024. Prediksi Wall Street menyebut bahwa pendapatan HP ditaksir akan mencapai US$ 12,6 miliar.

Produsen personal computer PC itu menyebut bahwa pendapatan ini menandakan pemulihan pasar komputer pribadi karena pelanggan melakukan peningkatan sistem mereka.

Sebelumnya, HP mengalami lonjakan penjualan selama pandemi karena konsumen, bisnis, dan sekolah mulai memborong produk teknologi, dan kemudian terjadi penurunan penjualan selama dua tahun berikutnya. Penurunan tersebut baru mulai mereda.

BACA JUGA: HP Lipat Masih Jadi Fokus Pabrikan Smartphone Ini pada 2024

Perusahaan Amerika Serikat (AS) itu berharap untuk mengikuti gelombang peningkatan setelah Microsoft yang pekan lalu baru saja memperkenalkan sejumlah fitur AI baru yang dirancang untuk bekerja pada generasi baru PC.

Enrique Lores, Chief Executive HP Inc mengatakan bahwa ia mengharapkan sekitar 10% penjualan PC HP berasal dari PC AI (personal computer with artificial intelligence).

“PC AI akan menjadi lebih signifikan pada tahun 2025. Pekan yang lalu Microsoft memperkenalkan serangkaian fitur AI baru yang dirancang untuk bekerja pada generasi baru PC. Karena itulah kami berharap pada tahun-tahun mendatang, penjualan PC AI akan terus meningkat,” kata Lores dikutip dari Reuters, Kamis (30/5/2024).

Lores mengatakan, pelanggan dari sektor pendidikan menjadi pembeli terbanyak pada kuartal kedua. Alasannya, kini banyak sekolah yang memperbarui sistem mereka.

BACA JUGA: HP Meluncurkan Dua Laptop dengan Spesifikasi Penunjang Hybrid Work

Pada kuartal kedua ini, penjualan segmen sistem personal HP, tempat PC desktop dan notebook-nya, naik 3% dari tahun sebelumnya. Sementara untuk segmen pencetakan mencatat penurunan 8%.

Perusahaan sekarang mengharapkan laba disesuaikan tahun fiskal 2024 berada dalam kisaran US$ 3,30 hingga US$ 3,60 per saham. Dengan begitu, perusahaan bisa semakin leluasa untuk terus melakukan inovasi sembari tetap menjadi perusahaan yang menarik bagi para investor.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related