Kabupaten Tuban Targetkan Digitalisasi UKM Hingga 70% pada Tahun 2022

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
09 Desember 2021
marketeers article
85041592 hand holding modern bezel free smartphone. robot icon displayed on a touch screen as concept for automation or digitalization in a mobile world. illustration using flat design.
Pemerintah Kabupaten Tuban menargetkan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) mampu mencapai 70% pada tahun 2022. Target itu dikejar dengan cara meningkatkan infrastruktur digital dan meingkatkan sosialisasi kepada pelaku UKM.
Bupati Kabupaten Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, digitalisasi UKM terus digenjot agar usaha kerakyatan mampu memperluas akses pasar dan mendapatkan permodalan. Selain itu, ikhtiar tersebut sebagai cara pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian mulai dari tingkat rumah tangga.
“Saya berharap digitalisasi sudah bisa di atas 50% hingga 70%. Untuk itu, kami karena benar-benar melakukan sosialisasi karena digitalisasi itulah pangsa pasar lebih luas. Dengan digitalisasi UKM juga bisa  ekspor, ekspansinya bisa macam-macam dalam mengembangkan bisnis,” ujar Halindra dalam kegiatan penghargaan Natamukti yang diselenggarakan MarkPlus, Inc. di Jakarta, Kamis (9/12/2021).
Menurutnya, digitalisasi UKM juga bertujuan untuk menyukseskan program kerja one village one product di mana setiap desa diwajibkan menciptakan produk yang dapat dijual secara komersial. Progam ini digagas sebagai cara pengengentasan kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran dengan mencipatakan entrepreneurship.
Halindra menyebut pemerintah daerah memberikan dukungan mulai dari hulu hingga hilir dalam melaksanakan program untuk UKM. Dia bilang langkah awal dilakukan dengan melakukan pendataan jumlah usaha kerakyatan yang kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian, diberikan pelatihan secara mendalam terkait dengan kewirausahaan.
Setelah itu, lanjutnya, pemerintah akan melakukan penilaian terkait dengan potensi UKM binaan. Bagi usaha yang dinilai potensial akan diberikan bantuan permodalan. Sedangkan untuk yang masih perlu meningkatkan kualitas akan diberikan pendampingan lebih lanjut.
Adapun beberapa komoditas yang sangat potensial dikembangkan di Kabupaten Tuban di antaranya produk pertanian dan perikanan, kerajinan tangan, industri kreatif, fesyen serta makanan dan minuman. Semua produk itu dinilai memiliki pangsa pasar yang cukup luas baik di level daerah maupun nasional.
“Dari sisi pemasarannya kami juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Permodalan dan perizinan akan dipermudah sehingga UKM bisa berkembang,” ujarnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related