Kalah Perang Harga EV, Elon Musk Pangkas 10% Pekerja Tesla

marketeers article
Tesla. (FOTO:123RF)

Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla bakal memangkas sebanyak 10% pekerjanya secara global. Upaya ini dilakukan untuk efisiensi biaya lantaran terjadinya penurunan penjualan akibat maraknya perang harga di industri mobil listrik (electric vehicle/EV).

Tesla tengah menghadapi persaingan yang semakin ketat di Cina dalam perang harga yang sengit dengan rival yang dipimpin oleh BYD. Hal ini berimplikasi pada lambatnya penjualan dan diperburuk dengan biaya investasi yang tinggi pada model baru yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan.

BACA JUGA: Elon Musk Prediksi Penjualan Turun, Saham Tesla Anjlok 12%

Pengiriman kendaraan secara global pada kuartal pertama turun untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, karena penurunan harga gagal meningkatkan permintaan. Akibat dari penjualan yang menurun telah menyebabkan saham Tesla terus merosot.

Tercatat, pada perdagangan Selasa (16/4/2024) harga saham Tesla turun 4% menjadi US$ 154,82 per lembar. Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla mengatakan kepada stafnya dalam memo internal yang dilihat oleh Reuters, beberapa pusat layanan yang berbasis di AS akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

BACA JUGA: Tesla Bakal Produksi Mobil Listrik Murah, Target Produksi Tahun 2025

PHK terutama dilakukan pada bagian staf penjualan dan teknisi. “PHK secara besar-besaran kini tidak diragukan lagi bahwa penurunan pengiriman disebabkan oleh rendahnya permintaan, bukan pasokan,” kata para analis di J.P. Morgan dilansir dari Reuters, Rabu (17/4/2024).

Selain di AS, Tesla juga bakal melakukan PHK massal untuk karyawan yang berada di Cina. Bahkan, pemangkasan karyawan di Negeri Tirai Bambu diperkirakan lebih dari 10%.

Kendati demikian, kantor pusat Tesla di AS dan unitnya di Cina belum memberikan jawaban pasti terkait dengan masalah ini. Semua sumber menolak disebutkan namanya karena mereka tidak diizinkan berbicara kepada media. Pemerintah daerah Shanghai dan Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di sisi lain, Tesla Jerman membantah laporan di media Jerman bahwa 3.000 dari sekitar 12.000 staf pembuat mobil tersebut telah dipecat. Perusahaan masih melakukan evluasi untuk melaksanakan perintah Musk melakukan PHK di pabrik tersebut.

Sedangkan serikat pekerja Jerman IG Metal yang menaungi karyawan Tesla mengklaim perusahaan belum berkonsultasi dengan mereka terkait dengan rencana PHK.

Meskipun undang-undang ketenagakerjaan Jerman memiliki aturan ketat mengenai pemecatan staf, sekitar 1.000 pekerja di pabrik tersebut terikat “kontrak sementara” sehingga membuat mereka rentan terkena pemecatan.

“Kami akan melakukan tindakan untuk Gigafactory Berlin-Brandenburg dengan latar belakang semua undang-undang ketenagakerjaan dan persyaratan penentuan nasib bersama, serta melibatkan dewan pekerja,” kata Tesla Jerman dalam sebuah pernyataan melalui email kepada Reuters.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS