Finance

Kata Ekonom Milenial Soal Ekonomi Indonesia di Tahun Ini

Photo Credits: 123rf

Kondisi perekonomian Indonesia diprediksi Ekonom milenial PT Bank Amar Indonesia Tbk. Rachel Elizabeth Hosanna akan tetap bertumbuh di tahun ini. Ia menjelaskan, terdapat enam alasan yang mendasari optimisme ini. Apa saja?

Vaksin COVID-19

Ketersediaan vaksin akan menentukan pola pemulihan ekonomi Indonesia. Sebagaimana target pemerintah, vaksinasi kepada sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia dilakukan dalam jangka waktu 15 bulan, sejak Januari 2021 hingga Maret 2022. Vaksinasi secara bertahap tersebut diharapkan dapat mendorong herd immunity dan pemulihan ekonomi Indonesia.

UKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diyakini dapat menjadi penopang perekonomian Indonesia untuk dapat rebound. “UKM merupakan segmen industri yang tangguh menghadapi pandemi. Industri ini dapat cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi dan siap menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Rachel di Jakarta, Kamis (18/02/2021).

Kontribusi UKM untuk ekonomi nasional saat ini mencapai 63%. Pemerintah bahkan telah berkomitmen mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar lebih dari Rp 600 triliun, dan 60% dari dana tersebut akan disalurkan untuk sektor UKM.

Hal ini dilakukan agar 64 juta unit UKM di Indonesia dapat mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga, sejalan dengan upaya pemerintah menarik gerbong ini agar lebih berkontribusi di kancah ekspor luar negeri.

Tingkat Kepercayaan Positif di Sektor Keuangan

Nilai tukar rupiah di awal 2021 terus menunjukkan tren positif. Menurut Rachel, hal ini disebabkan oleh aliran investasi asing langsung (foreign direct investment) yang masuk ke Indonesia.

“Bank Indonesia akan terus melanjutkan kebijakan yang extra ordinary agar menjaga volatilitas nilai tukar rupiah di level aman. Pada Senin (15/2) yang lalu, rupiah kokoh Rp13.973 dari dollar AS. Kebijakan suku bunga bakal terus dilanjutkan di level 3,75% hingga 2021 untuk memberikan kepastian jangka panjang,” terang Rachel.

Sentimen Positif UU Cipta Kerja dan PSN

Investasi pada 2021 diperkirakan meningkat lantaran kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja dan berlanjutnya Program Strategis Nasional (PSN), termasuk proyek infrastruktur. Anggaran infrastruktur pada APBN 2021 menyentuh Rp 417.8 triliun atau meningkat 48.6% yoy dibandingkan anggaran infrastruktur 2020.

Selain infrastruktur, prioritas pembangunan nasional di 2021 juga akan difokuskan pada bidang kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, ketahanan pangan, perlindungan sosial, dan pariwisata.

Transformasi Digital Jasa Keuangan di 2021

Pandemi COVID-19 telah mengakselerasi digitalisasi di sektor jasa keuangan seiring dengan bergesernya gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin erat dengan penggunaan teknologi, termasuk ekspektasi terhadap produk dan jasa keuangan.

“Dengan terus meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi di Indonesia, diperkirakan pada 2021 ini akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan transformasi digital baik dari proses bisnis, saluran distribusi, hingga struktur kelembagaan,” kata Rachel.

Protokol Kesehatan untuk Ekonomi Berkelanjutan

Kegiatan ekonomi memang akan berlanjut dengan penerapan protokol kesehatan dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Namun, ketentuan ini tidak menjadi penghalang bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi.

Setahun lebih, pelaku ekonomi dan masyarakat telah belajar hidup berdampingan dengan COVID-19. Pola kerja baru mulai tercipta dan COVID-19 mendorong pelaku ekonomi dan masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor higienis dan keseimbangan lingkungan. “Tentu saja, hal ini positif bagi ekonomi berkelanjutan ke depan,” ujar Rachel.

MARKETEERS X








To Top