Kelebihan Pasokan, Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 5% Tahun 2021

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
05 Januari 2022
marketeers article
startup business, software developer working on computer at modern office
Perusahaan konsultan properti, PT Colliers International Indonesia melaporkan industri properti sektor perkantoran mengalami penurunan tingkat hunian atau okupansi sebesar 5% sepanjang tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan lantaran terjadinya kelebihan pasokan sejak tahun 2016.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, penurunan okupansi perkantoran diperkirakan bakal terus berlanjut pada tahun 2022. Pasalnya, merebaknya pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan pola kerja berupa work from home dan hybrid yang cenderung menetap.
“Banyak proyeksi (pembangunan perkantoran) yang mundur dari tahun 2020 hingga tahun 2021. Jadinya, numpuk pada tahun 2022 dan itu yang sudah terbangun. Tidak ada waktu lagi menahan dan pasokan menjadi besar. Perkiraan kami okupansi perkantoran akan terus drop,” kata Ferry dalam dialog daring di Jakarta, Rabu (5/1/2022).
Menurut dia, meski tingkat hunian turun, pada tahun ini masih ada potensi industri perkantoran berkembang. Salah satunya disebabkan oleh pemilik gedung yang memberikan insentif untuk meningkatkan tingkat okupansi tersebut.
Ferry menyebut, insentif yang diberikan berupa penurunan harga sewa. Dia bilang pada tahun lalu tarif sewa perkantoran turun 12% jika dibanding tahun 2019. Sehingga para penyewa punya posisi tawar yang lebih kuat dan bisa mendapatkan diskon 15% hingga 25% tergantung berapa banyak tenant mengambil luas kantor.
“Namun, masih ada ekspansi untuk perusahaan di bidang teknologi, seperti internet, e-commerce, consumer goods, logistik, telekomunikasi dan perusaahan atau instansi pemerintah yang perlu kantor,” ujarnya.
Kendati demikian, kata Ferry, penyebab lain penurunan okupansi perkantoran adalah adanya kemungkinan tarif sewa yang naik pada tahun 2022. Alasannya, banyak gedung-gedung baru khususnya di DKI Jakarta yang telah selesai dibangun pada tahun ini.
“Perkantoran banyak di tengah kota dan kualitas bagus dengan harga tinggi. Ini akan menyebabkan kenaikan harga. Namun, untuk harga transaksi tergantung negosiasi,” pungkasnya.
Editor: Sigit Kurniawan

Related